Kinerja keuangan BEKS pada tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif yang ditandai dengan pertumbuhan laba bersih dan peningkatan penyaluran kredit. Bank pembangunan daerah ini berhasil mempertahankan momentum pertumbuhannya dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, meskipun terdapat kenaikan pada beban operasional seiring dengan langkah ekspansi bisnis.
Fokus perusahaan pada penguatan basis dana murah dan penyaluran kredit yang lebih berkualitas menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas neraca keuangan di awal tahun ini.
Analisis Kinerja Keuangan BEKS Periode Maret 2026
Berikut adalah tinjauan mendalam mengenai kondisi posisi keuangan, perolehan laba rugi, serta rasio keuangan penting per 31 Maret 2026.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Tabel berikut menyajikan posisi keuangan BEKS untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026 dibandingkan dengan 31 Desember 2025 (audited).
| Dalam Jutaan IDR | 31 Mar 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan (%) |
| Total Aset | 10.107.602 | 10.001.448 | 1,06% |
| Kredit yang Diberikan (Neto) | 5.376.156 | 4.888.752 | 9,97% |
| Penempatan pada Bank Lain | 384.501 | 818.409 | -53,02% |
| Total Liabilitas | 8.208.796 | 8.101.291 | 1,33% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 6.858.743 | 6.420.315 | 6,83% |
| Dana Murah (CASA) | 1.821.053 | 1.504.384 | 21,05% |
| Total Ekuitas | 1.895.776 | 1.900.157 | -0,23% |
Catatan: Data diolah dari Laporan Posisi Keuangan.
Total aset perusahaan mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,06% menjadi Rp10,1 triliun, yang didorong oleh pertumbuhan signifikan pada penyaluran kredit sebesar 9,97% secara kuartalan. Penurunan tajam pada penempatan pada bank lain mengindikasikan strategi bank yang mengalihkan likuiditasnya ke instrumen kredit yang memiliki imbal hasil lebih tinggi.
Di sisi liabilitas, DPK tumbuh sebesar 6,83%, dengan catatan impresif pada pertumbuhan dana murah (CASA) yang melonjak 21,05%. Peningkatan porsi tabungan dan giro ini berdampak positif pada penurunan biaya dana (cost of fund) perusahaan di masa depan.
B. Laporan Laba Rugi
Tabel berikut menyajikan rincian kinerja pendapatan dan laba BEKS pada kuartal I 2026 dibandingkan dengan kuartal I 2025 (Year on Year).
| Dalam Jutaan IDR | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan (%) |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 57.619 | 47.095 | 22,35% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 19.886 | 15.325 | 29,76% |
| Beban Operasional | 70.298 | 54.329 | 29,39% |
| Laba Bersih | 4.349 | 3.463 | 25,58% |
| EPS (Rupiah penuh) | 0,08 | 0,07 | 14,29% |
Catatan: Data diolah dari Laporan Laba Rugi.
Pendapatan bunga bersih meningkat 22,35% seiring dengan ekspansi kredit yang lebih agresif. Faktor utama pertumbuhan laba bersih sebesar 25,58% adalah efisiensi pada pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan serta peningkatan fee-based income dari pendapatan operasional lainnya.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan mencerminkan tingkat kesehatan dan efisiensi bank dalam menjalankan fungsinya.
| Rasio | Nilai (Mar 2026) | Interpretasi Singkat |
| NPL Gross | 4,50% | Masih di bawah batas maksimal 5%, membaik dari tahun lalu. |
| NPL Net | 1,91% | Menunjukkan cadangan kerugian yang cukup untuk meng-cover risiko. |
| LDR | 80,95% | Likuiditas terjaga pada tingkat yang optimal untuk ekspansi. |
| CAR | 36,20% | Permodalan sangat kuat dan jauh di atas ketentuan minimum. |
| BOPO | 93,65% | Efisiensi operasional masih menjadi tantangan utama bagi bank. |
Meskipun rasio kecukupan modal (CAR) mengalami sedikit penurunan dari 42,41% menjadi 36,20%, angka ini tetap berada di level yang sangat aman untuk mendukung rencana ekspansi jangka menengah. Penurunan NPL Gross dari 4,67% menjadi 4,50% menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen risiko kualitas kredit.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan tanggal 24 April 2026 sebesar Rp28 per saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 83,49x | Valuasi premium jika dibandingkan dengan rata-rata bank sektor BPD. |
| PBV | 0,76x | Diperdagangkan di bawah nilai bukunya, memberikan diskon secara aset. |
Catatan: Valuasi berdasarkan ekuitas Rp1,89 triliun dan jumlah saham beredar 51,87 miliar lembar.
Valuasi PBV sebesar 0,76x mengindikasikan bahwa harga pasar saat ini berada di bawah nilai buku perusahaan, yang sering dianggap sebagai area valuasi yang cukup murah bagi investor jangka panjang. Namun, nilai PER yang tinggi mencerminkan harapan pasar terhadap pertumbuhan laba yang lebih besar di masa depan untuk mengimbangi harga saham saat ini.
Kesimpulan
Kinerja keuangan BEKS pada kuartal I 2026 menunjukkan progres yang stabil dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 25,58%. Meskipun beban operasional meningkat, bank berhasil meningkatkan porsi dana murah dan menurunkan risiko kredit macet.
Tantangan ke depan terletak pada konsistensi efisiensi biaya operasional guna meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk didirikan pada 11 September 1992 dan mulai beroperasi secara komersial sejak 9 Agustus 1993. Perusahaan merupakan bank milik Pemerintah Daerah Provinsi Banten yang fokus pada penyediaan jasa perbankan bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran kredit serta pengelolaan kas daerah.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin