PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) berhasil mencatatkan pencapaian positif pada pembukaan tahun fiskal 2026 melalui penguatan berbagai indikator keuangan utama. Kinerja Krom Bank (BBSI) pada tiga bulan pertama tahun ini didorong oleh ekspansi kredit digital yang agresif serta efisiensi operasional yang terjaga.
Peningkatan laba bersih yang mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan efektivitas strategi channeling yang diterapkan perseroan. Pertumbuhan aset yang solid juga mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap ekosistem bank digital milik Kredivo Group ini.
Analisis Kinerja Krom Bank (BBSI) pada Periode Berjalan
Bagian ini menyajikan perbandingan posisi keuangan per 31 Maret 2026 terhadap 31 Desember 2025 guna memberikan gambaran mengenai pertumbuhan neraca perseroan.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam (Jutaan IDR) | 31 Maret 2026 | 31 Des 2025 | Perubahan YoY/YtD |
| Total Aset | 14.775.578 | 12.214.396 | 20,97% |
| Kredit yang Diberikan (Neto) | 8.955.505 | 7.725.030 | 15,93% |
| Penempatan pada Bank Lain (Neto) | 332.061 | 203.722 | 62,99% |
| Total Liabilitas | 11.247.180 | 8.752.048 | 28,51% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 10.863.875 | 8.398.429 | 29,36% |
| Dana Murah (CASA) | 2.154.115 | 1.790.009 | 20,34% |
| Total Ekuitas | 3.528.398 | 3.462.348 | 1,91% |
Total aset BBSI mengalami pertumbuhan sebesar 20,97% dalam waktu tiga bulan, yang didominasi oleh penyaluran kredit. Peningkatan kredit yang diberikan secara neto sebesar 15,93% menjadi Rp8,95 triliun menunjukkan keaktifan bank dalam menyalurkan pembiayaan, terutama melalui skema channeling.
Pada sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh pesat sebesar 29,36% yang didorong oleh peningkatan simpanan nasabah, baik pada giro, tabungan, maupun deposito. Meskipun deposito masih mendominasi struktur pendanaan, pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 20,34% memberikan sinyal positif bagi upaya bank dalam menekan biaya dana (cost of fund).
Ekuitas bank terpantau stabil dengan kenaikan tipis 1,91%, yang berasal dari akumulasi laba periode berjalan. Struktur permodalan yang kuat ini menjadi fondasi bagi bank untuk terus melakukan ekspansi pada kuartal-kuartal berikutnya di tahun 2026.
B. Laporan Laba Rugi
Tabel berikut menyajikan perbandingan kinerja laba rugi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025.
| Dalam (Jutaan IDR) | Q1 2026 | Q1 2025 | Perubahan YoY |
| Pendapatan Bunga Bersih (NII) | 646.046 | 331.447 | 94,92% |
| Pendapatan Operasional Lainnya | 16.665 | 6.074 | 174,38% |
| Beban Operasional | 116.898 | 80.625 | 44,99% |
| Laba Bersih | 70.167 | 35.336 | 98,57% |
| EPS (Rupiah) | 19 | 10 | 90,00% |
Laba bersih perseroan melonjak drastis sebesar 98,57% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp70,17 miliar. Faktor utama pendorong pertumbuhan ini adalah kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 94,92% yang sejalan dengan peningkatan volume kredit.
Pendapatan operasional lainnya juga tumbuh signifikan sebesar 174,38%, yang didukung oleh penerimaan kembali atas kredit yang telah dihapusbukukan serta provisi lainnya. Di sisi lain, meskipun beban operasional meningkat 44,99%, rasio kenaikannya masih jauh di bawah pertumbuhan pendapatan operasional.
Efisiensi ini terlihat dari kemampuan bank dalam mengelola beban tenaga kerja serta administrasi di tengah ekspansi bisnis yang cepat. Peningkatan laba bersih ini secara langsung mengerek nilai laba per saham (earnings per share) dari Rp10 menjadi Rp19 per lembar saham.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan berikut memberikan perspektif mendalam mengenai kesehatan fundamental dan tingkat profitabilitas bank.
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Net Interest Margin (NIM) | 19,82% | Sangat Tinggi/Premium |
| Non-Performing Loan (NPL) Gross | 3,11% | Cukup Sehat (di bawah 5%) |
| Loan to Deposit Ratio (LDR) | 90,99% | Likuiditas Optimal |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 39,78% | Permodalan Sangat Kuat |
| Cost to Income Ratio (CIR) | 17,64% | Efisiensi Sangat Baik |
| ROA | 1,90% | Profitabilitas Baik |
| ROE | 7,95% | Pengembalian Modal Moderat |
Perseroan mempertahankan NIM yang sangat tinggi di level 19,82%, yang mencerminkan profil pinjaman bunga tinggi pada segmen ritel dan digital. Angka ini jauh di atas rata-rata industri perbankan konvensional, namun lazim ditemukan pada model bisnis bank digital yang fokus pada kredit konsumsi.
Rasio NPL Gross berada pada level 3,11%, masih berada di batas aman regulasi meskipun menunjukkan risiko yang melekat pada segmen kredit digital. CAR sebesar 39,78% menunjukkan bahwa bank memiliki bantalan modal yang sangat luas untuk menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan aset produktif di masa depan.
Efisiensi operasional tercermin dari CIR yang hanya sebesar 17,64%, mengindikasikan bahwa sebagian besar pendapatan mampu dikonversi menjadi laba sebelum beban cadangan. Likuiditas juga berada pada posisi yang pas dengan LDR sekitar 91%, yang berarti penyaluran kredit sudah optimal dibandingkan dengan dana yang dihimpun.
D. Valuasi Saham
Berdasarkan harga penutupan saham pada 29 April 2026 sebesar Rp4.740, berikut adalah indikator valuasi BBSI.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER (Annualized) | 62,37x | Premium |
| PBV | 4,94x | Premium |
Valuasi saham BBSI saat ini berada pada level premium dengan PER mencapai 62,37 kali dan PBV sebesar 4,94 kali. Angka ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi dari investor terhadap model bisnis bank digital yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi finansial.
Meskipun terlihat mahal dibandingkan perbankan konvensional, valuasi ini seringkali dianggap wajar oleh pelaku pasar untuk bank dengan pertumbuhan laba hampir 100% per tahun. Investor perlu memperhatikan keberlanjutan ekspansi kredit dan kemampuan bank dalam menjaga kualitas aset untuk membenarkan valuasi tersebut.
Kesimpulan
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) menunjukkan performa yang impresif pada Kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 98,57% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi kredit digital yang masif, margin bunga bersih yang tebal, dan tingkat efisiensi operasional yang luar biasa.
Meski valuasi harga saham tergolong premium, fundamental yang kuat dan permodalan yang sangat luas menjadi daya tarik utama bagi bank ini dalam jangka menengah.
Profil Singkat Perusahaan
PT Krom Bank Indonesia Tbk, sebelumnya dikenal sebagai PT Bank Bisnis Internasional Tbk, merupakan bank umum swasta yang kini bertransformasi menjadi bank digital. Perseroan berada di bawah kendali PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo Group) yang berfokus pada penyediaan layanan perbankan berbasis teknologi untuk segmen ritel dan konsumsi.
Bank memiliki kantor pusat di Jakarta dan terus mengembangkan ekosistem digital untuk menjangkau basis nasabah yang lebih luas di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin