PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan rencana akuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp280,4 miliar untuk memperkuat infrastruktur jaringan kabel laut. Langkah ini merupakan transaksi material setara 65,33% ekuitas perseroan yang akan dibarengi dengan penambahan kegiatan usaha baru di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Aksi korporasi ini dijadwalkan memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Mei 2026.
Rincian Akuisisi SGI Saham INET 2026
Perseroan akan melakukan penyertaan sebanyak 180.000 lembar saham baru pada PT Sarana Global Indonesia (SGI). Nilai investasi ini mencapai Rp280.403.820.000 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.557.799 per lembar saham.
Berdasarkan laporan penilai independen KJPP IDR, nilai pasar wajar untuk 100% saham SGI adalah sebesar Rp175.195.000.000 atau Rp1.459.957 per lembar saham. Meskipun terdapat selisih harga, penilai independen menyatakan bahwa rencana transaksi ini tetap dalam kategori wajar.
Investasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan kapabilitas end-to-end dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, terutama jaringan kabel serat optik bawah laut (submarine cable). SGI sendiri merupakan induk perusahaan yang memiliki spesialisasi sebagai kontraktor penggelaran kabel bawah laut melalui entitas anaknya.
Baca juga: Kinerja Saham INET 2025: Laba Bersih Melonjak Signifikan di Tengah Ekspansi Infrastruktur
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Transaksi Material PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Penambahan KBLI 46523 dan Ekspansi Bisnis
Selain akuisisi, INET akan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yaitu 46523 yang berfokus pada Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi. Langkah strategis ini memungkinkan perseroan mendistribusikan perangkat seperti router, switch, hingga kabel serat optik secara langsung kepada pelanggan korporasi dan ISP lain.
Studi kelayakan yang dilakukan oleh KJPP Syarif, Endang dan Rekan menyimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha ini layak secara pasar, teknis, maupun keuangan. Perseroan memproyeksikan tambahan laba bersih dari lini bisnis baru ini sebesar Rp4,66 miliar pada tahun 2026 dan diperkirakan meningkat menjadi Rp15,72 miliar pada tahun 2030.
Sinergi antara unit operasi jaringan kabel laut dan perdagangan perangkat diharapkan dapat mengurangi lead time proyek serta meningkatkan kontrol biaya instalasi. Integrasi vertikal ini akan memperkuat posisi INET sebagai pemain terintegrasi di industri telekomunikasi nasional.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Jadwal Lengkap Aksi Korporasi INET
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Pengumuman Rencana RUPS | 20 Oktober 2025 |
| Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) | 24 Mei 2026 |
| Pelaksanaan RUPSLB | 19 Mei 2026 |
| Pemanggilan RUPS | 27 Mei 2026 |
Dampak bagi Investor
Akuisisi SGI akan menjadikan perusahaan tersebut sebagai entitas anak yang terkonsolidasi dalam laporan keuangan INET. Hal ini secara otomatis akan meningkatkan total aset dan potensi pendapatan konsolidasian di masa depan melalui kepemilikan dua kapal khusus penanaman kabel.
Investor perlu mencermati bahwa nilai transaksi ini mencakup 65,33% dari ekuitas perseroan, sehingga memerlukan persetujuan kuorum RUPS yang ketat sesuai POJK 17/2020. Meskipun tidak ada benturan kepentingan, nilai investasi yang besar menuntut efisiensi manajemen modal kerja agar tidak menekan likuiditas jangka pendek.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, SGI memiliki total aset sebesar Rp139,58 miliar dengan jumlah ekuitas mencapai Rp87,52 miliar. Pendapatan usaha SGI tercatat sebesar Rp65,33 miliar dengan laba tahun berjalan mencapai Rp7,26 miliar pada periode yang sama.
Di sisi lain, INET menggunakan acuan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh KAP Suharli, Sugiharto & Rekan dengan opini Tanpa Modifikasian. Struktur modal INET per 31 Maret 2026 menunjukkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp223,74 miliar.
FAQ: Pertanyaan Terkait Rencana Transaksi INET
1. Mengapa INET memilih untuk mengakuisisi SGI daripada membangun infrastruktur sendiri? Akuisisi memberikan akses instan terhadap aset strategis berupa dua unit kapal kabel (Cable Ship “Nostag 10” dan “Pacific Guardian”) yang krusial untuk percepatan deployment jaringan kabel laut.
2. Apakah transaksi ini merupakan transaksi afiliasi? Berdasarkan pernyataan direksi, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
3. Apa manfaat penambahan KBLI 46523 bagi pemegang saham? Penambahan ini mendiversifikasi sumber pendapatan dan diproyeksikan memberikan kontribusi laba bersih yang tumbuh stabil hingga tahun 2030.
4. Berapa harga pelaksanaan akuisisi per lembar saham? Harga pelaksanaan adalah Rp1.557.799 per lembar saham untuk 180.000 lembar saham baru SGI.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Transaksi: Rp280,4 miliar atau 65,33% dari ekuitas INET.
- Objek Akuisisi: 60% saham PT Sarana Global Indonesia (SGI).
- Bisnis Baru: Perdagangan besar peralatan telekomunikasi (KBLI 46523).
- Proyeksi Laba Baru: Rp4,66 miliar (2026) hingga Rp15,72 miliar (2030).
- Tanggal RUPS: 19 Mei 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yang dikenal dengan merek Sinergy Networks, merupakan penyedia jasa internet (Internet Service Provider) dan penyewaan infrastruktur serat optik. Berkantor pusat di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, perusahaan ini memiliki fokus pada penyediaan solusi konektivitas digital bagi segmen korporasi dan penyedia layanan data.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


