PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif sepanjang tahun buku 2025. Namun, laba bersih perusahaan mengalami tekanan akibat peningkatan beban pokok pendapatan dan kerugian selisih kurs.
Pada penutupan perdagangan 9 April 2026, harga saham PGEO berada di level Rp1.035 per lembar. Analisis ini akan membedah secara objektif fundamental perusahaan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025.
Analisis Kinerja Keuangan PGEO
Kinerja Keuangan PGEO menjadi perhatian investor seiring dengan posisi perusahaan sebagai pemain utama di sektor energi baru terbarukan. Tabel berikut merangkum posisi neraca perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
| Dalam Ribuan USD | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Total Aset | 3.034.451 | 2.997.402 | 1,24% |
| Aset Lancar | 880.973 | 828.555 | 6,33% |
| Aset Tidak Lancar | 2.153.478 | 2.168.847 | -0,71% |
| Total Liabilitas | 988.888 | 988.650 | 0,02% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 214.299 | 227.296 | -5,72% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 774.589 | 761.354 | 1,74% |
| Total Ekuitas | 2.045.563 | 2.008.752 | 1,83% |
Total aset perusahaan mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1,24% yang didorong oleh kenaikan kas dan setara kas menjadi USD718,5 juta. Kenaikan aset lancar ini memberikan fleksibilitas likuiditas yang lebih baik bagi perusahaan untuk mendanai kegiatan operasional.
Struktur liabilitas tetap terjaga stabil dengan rasio terhadap ekuitas yang sangat sehat. Penurunan liabilitas jangka pendek menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek secara efektif.
Ekuitas tumbuh sebesar 1,83% yang mencerminkan akumulasi saldo laba meskipun perusahaan tetap membagikan dividen. Peningkatan modal ditempatkan juga terjadi seiring pelaksanaan program Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
B. Laporan Laba Rugi
Sektor operasional menunjukkan peningkatan volume penjualan, namun laba bersih tertekan oleh dinamika biaya dan kurs.
| Dalam Ribuan USD | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 432.726 | 407.120 | 6,29% |
| Laba Kotor | 233.064 | 240.399 | -3,05% |
| Laba Usaha | 205.571 | 210.271 | -2,24% |
| Laba Bersih | 137.667 | 160.302 | -14,12% |
| EPS (Nilai Penuh) | 0,0033 | 0,0039 | -15,38% |
Pendapatan usaha tumbuh 6,29% yang utamanya disumbang oleh peningkatan penjualan uap dan listrik kepada PLN dan PT PLN Indonesia Power. Operasi di area Lumut Balai menunjukkan kenaikan signifikan setelah unit baru mulai beroperasi secara penuh.
Penurunan laba bersih sebesar 14,12% dipicu oleh kenaikan beban pokok pendapatan, terutama pada pos penyusutan serta upah dan tunjangan. Selain itu, perusahaan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar USD7,6 juta pada 2025, berbanding terbalik dengan laba kurs USD15,9 juta pada 2024.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan berikut memberikan gambaran mendalam mengenai efisiensi dan profitabilitas PGEO pada tahun 2025.
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 4,11x | Likuiditas sangat kuat untuk menutupi hutang lancar. |
| Quick Ratio | 3,98x | Kemampuan memenuhi kewajiban sangat baik tanpa mengandalkan persediaan. |
| Margin Laba Kotor | 53,86% | Efisiensi produksi uap dan listrik tetap tinggi secara industri. |
| Margin Laba Bersih | 31,82% | Profitabilitas bottom-line masih tergolong sangat tebal. |
| ROA | 4,54% | Efektivitas aset dalam menghasilkan laba bersih. |
| ROE | 6,73% | Pengembalian modal bagi pemegang saham tetap positif. |
| DER | 0,48x | Struktur modal sangat aman dengan beban utang rendah. |
Likuiditas perusahaan berada pada level yang sangat aman dengan Current Ratio di atas 4 kali. Hal ini menunjukkan PGEO memiliki cadangan kas yang melimpah untuk melakukan ekspansi proyek panas bumi di masa depan.
Meskipun laba bersih menurun, Margin Laba Bersih sebesar 31,82% menunjukkan bisnis panas bumi memiliki profitabilitas yang sangat tinggi. Perusahaan tetap mampu mempertahankan efisiensi operasional di tengah kenaikan biaya tenaga kerja.
D. Valuasi Saham
Valuasi dihitung menggunakan harga penutupan Rp1.035 dengan asumsi kurs tengah laporan keuangan USD1 = Rp16.667.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | 18,82x | Valuasi wajar untuk perusahaan infrastruktur energi hijau. |
| PBV | 1,27x | Harga saham berada sedikit di atas nilai buku asetnya. |
PER sebesar 18,82x mencerminkan ekspektasi investor terhadap pertumbuhan jangka panjang di sektor energi terbarukan. Angka ini tergolong wajar mengingat PGEO memiliki kontrak jangka panjang dengan skema Take or Pay atau Delivery or Pay.
PBV sebesar 1,27x menunjukkan bahwa pasar memberikan apresiasi premium terhadap aset panas bumi perusahaan. Valuasi ini dinilai cukup atraktif bagi investor yang berorientasi pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kesimpulan
PGEO menunjukkan fundamental yang kokoh dengan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dari operasional panas bumi. Meskipun laba bersih 2025 terkoreksi akibat beban penyusutan dan fluktuasi kurs, margin keuntungan perusahaan tetap berada di level yang sangat sehat. Struktur permodalan dengan DER 0,48x dan likuiditas tinggi menjadi modal kuat untuk melanjutkan proyek strategis seperti Lumut Balai Unit 3 dan 4 serta Hululais.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk merupakan anak usaha PT Pertamina Power Indonesia yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi energi panas bumi. Perusahaan mengoperasikan berbagai wilayah kerja panas bumi di Indonesia, baik melalui operasi sendiri maupun Kontrak Operasi Bersama (Joint Operating Contracts), dengan kapasitas terpasang mencapai ratusan Megawatt untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!