PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp7 per saham dan distribusi saham treasuri dengan rasio 50:1. Aksi korporasi ini dijadwalkan memiliki tanggal recording date pada 16 April 2026 dengan pendistribusian seluruh hak pemegang saham dilakukan pada 28 April 2026. Langkah strategis ini mencakup pengalihan maksimal 1,65 miliar saham hasil pembelian kembali (buyback) untuk meningkatkan nilai bagi investor.
Rincian Aksi Korporasi dan Dividen Saham CNMA 2026
Perseroan telah menetapkan nilai dividen tunai yang berasal dari dua sumber pendanaan berbeda. Komponen pertama adalah dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp3,63 per saham.
Komponen kedua merupakan dividen tambahan yang diambil dari saldo laba per 31 Desember 2025 senilai Rp3,37 per saham. Akumulasi dari kedua komponen tersebut menghasilkan total dividen tunai sebesar Rp7 per saham yang akan diterima pemegang saham yang berhak.
Selain uang tunai, emiten pengelola bioskop Cinema XXI ini juga akan membagikan saham hasil pembelian kembali atau saham treasuri. Jumlah saham treasuri yang akan didistribusikan kepada pemegang saham adalah sebanyak-banyaknya 1.652.939.692 lembar saham.
Rasio pembagian yang ditetapkan adalah 50:1, yang berarti setiap pemegang 50 saham lama akan mendapatkan 1 saham treasuri baru secara proporsional. Pemberian saham ini dikategorikan sebagai dividen dalam bentuk saham sesuai dengan regulasi perpajakan yang berlaku.
Baca juga: Analisis Saham CNMA: Mengulas Efisiensi dan Fundamental Nusantara Sejahtera Raya (Cinema XXI)
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen dan Saham Treasuri
Manajemen telah menyusun rangkaian jadwal penting agar pemegang saham dapat memastikan hak mereka terpenuhi. Berikut adalah estimasi jadwal resmi aksi korporasi CNMA:
| Tahapan Aktivitas | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|
| RUPS Persetujuan Pengalihan Saham Treasuri | 6 April 2026 |
| Cum Date di Pasar Reguler dan Negosiasi | 14 April 2026 |
| Ex Date di Pasar Reguler dan Negosiasi | 15 April 2026 |
| Cum Date di Pasar Tunai | 16 April 2026 |
| Recording Date (Daftar Pemegang Saham yang Berhak) | 16 April 2026 |
| Ex Date di Pasar Tunai | 17 April 2026 |
| Batas Akhir Penyampaian Dokumen Pajak (DGT/SKD) | 27 April 2026 |
| Tanggal Pembayaran Dividen & Distribusi Saham Treasuri | 28 April 2026 |
Seluruh proses distribusi akan dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing investor.
Dampak bagi Investor
Pendistribusian saham treasuri dengan rasio 50:1 secara teknis akan menambah jumlah saham yang beredar di pasar. Hal ini berpotensi memberikan sedikit efek dilusi, namun karena yang dibagikan adalah saham treasuri (saham yang sudah ada di modal ditempatkan namun disimpan perusahaan), tidak ada perubahan pada total modal disetor.
Bagi pemegang saham lama, aksi ini memberikan keuntungan ganda berupa pendapatan pasif tunai dan tambahan unit saham tanpa biaya perolehan. Namun, investor perlu memperhatikan mekanisme perpajakan di mana pajak atas saham treasuri akan dipotong langsung dari jatah dividen tunai.
Apabila nilai pajak melebihi nilai dividen tunai, investor harus memastikan kecukupan dana atau mengikuti prosedur yang ditetapkan perusahaan efek. Strategi ini tetap menarik sebagai bentuk apresiasi manajemen terhadap loyalitas pemegang saham dalam jangka panjang.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan dan Ketentuan Perpajakan
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, sumber pendanaan dividen ini berasal dari laba bersih dan saldo laba yang tidak dibatasi penggunaannya. Hal ini merefleksikan posisi arus kas perusahaan yang cukup kuat untuk mendanai pengembalian modal kepada investor.
Ketentuan pajak dividen mengikuti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Dividen untuk Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dikecualikan dari objek pajak, sehingga tidak dilakukan pemotongan PPh.
Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, dividen dikecualikan dari objek pajak selama diinvestasikan kembali di wilayah Indonesia dalam periode tertentu. Jika tidak diinvestasikan, maka penerima wajib menyetor sendiri pajaknya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Terkait Jadwal dan Tata Cara Pembayaran Dividen Tunai CNMA
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Bagaimana cara mendapatkan saham treasuri CNMA? Investor cukup memiliki saham CNMA hingga penutupan perdagangan pada tanggal cum date (14 April 2026 di pasar reguler) dan memastikan nama tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 16 April 2026.
2. Apakah saya harus membayar uang tambahan untuk mendapatkan saham bonus ini? Tidak, saham treasuri diberikan secara gratis berdasarkan rasio kepemilikan saham yang dimiliki investor. Namun, terdapat kewajiban pajak yang akan diperhitungkan oleh perusahaan.
3. Berapa tarif pajak bagi investor asing? Wajib Pajak Luar Negeri dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%, kecuali jika menggunakan tarif Tax Treaty (P3B) dengan menyerahkan dokumen DGT/SKD tepat waktu.
Poin Penting bagi Investor
- Total dividen tunai yang dibagikan adalah Rp7 per saham.
- Rasio distribusi saham treasuri ditetapkan sebesar 50:1.
- Tanggal terakhir untuk berhak mendapatkan dividen (cum date) adalah 14 April 2026.
- Pajak atas saham treasuri akan langsung dipotong dari nilai dividen tunai yang diterima.
- Distribusi dana tunai dan saham baru dilakukan pada 28 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), yang dikenal dengan merek Cinema XXI, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemutaran film. Selain aktivitas bioskop, perseroan juga menjalankan bisnis restoran, penyewaan venue, dan penyelenggaraan acara khusus atau MICE (Meeting, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Kantor pusat perseroan berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


