Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightLaba Operasional Wintermar untuk FY2025 naik 31% YOY menjadi US$23.3 juta, mencerminkan...

Laba Operasional Wintermar untuk FY2025 naik 31% YOY menjadi US$23.3 juta, mencerminkan ekspansi margin melalui komposisi armada yang lebih baik. Laba Inti meningkat sebesar 19.2% YOY menjadi US$18 juta.

Divisi Kapal Milik
Pendapatan kapal milik naik 13.8%YOY menjadi US$70.7 juta dengan margin kotor untuk Kapal Milik membesar menjadi 41.7% untuk FY2025 dibandingkan dengan 36.1% pada FY2024 meskipun tarif sewa dan tingkat aktivitas lepas pantai lebih rendah pada tahun 2025. Utilisasi pada tahun 2025 lebih rendah dari tahun 2024 sebagai akibat masalah geopolitik dan sebagian besar proyek pengeboran jangka pendek yang masih berada pada tahap awal. Akan tetapi, hal ini diimbangi dengan pendapatan yang lebih tinggi dari kapal-kapal yang dilengkapi Dynamic Positioning (DP). Perusahaan mengoperasikan lebih banyak unit kapal yang bernilai lebih tinggi pada FY2025.

Divisi Kapal Sewa dan Layanan Lainnya
Laba Kotor dari Divisi Kapal Sewa menurun menjadi US$0.5 juta pada FY2025 dibandingkan dengan US$1.4 juta pada FY2024. Sebagian penurunan tersebut disebabkan oleh keputusan strategis untuk mengarahkan Perusahaan menuju model bisnis manajemen kapal berbasis imbalan jasa untuk skalabilitas yang lebih baik, di mana Perusahaan kini menerima pendapatan imbalan jasa untuk berbagai layanan yang tercatat di Divisi Jasa Lainnya. Kontribusi dari Divisi Layanan Lainnya telah meningkat sebesar 9.3%YOY sebesar US$0.2 juta menjadi US$2.8 juta pada FY2025.

Biaya Langsung dan Laba Kotor
Dengan lebih banyak kapal DP yang beroperasi dan lebih banyak kontrak di luar negeri, total biaya awak kapal meningkat 10.5% YOY menjadi US$11.4 juta untuk FY2025. Depresiasi naik sebesar 10.4% YOY menjadi US$14.8 juta untuk FY2025 karena dampak setahun penuh dari penambahan armada pada tahun 2024. Satu unit PSV menyelesaikan reaktivasi dan mulai beroperasi di 4Q2025. Beban operasional sedikit lebih tinggi (+2.2%YOY) menjadi US$5.2 juta sementara biaya pemeliharaan turun 2.9% YOY menjadi US$7.3 juta. Biaya bunker menurun secara signifikan (-26% YOY) karena kapal yang belum beroperasi berlabuh di Batam dengan menggunakan daya listrik dari darat.

Hingga Desember 2025, terdapat 7 unit PSV yang telah beroperasi, dibandingkan hanya 5 unit PSV pada akhir 2024. Perusahaan membeli PSV tambahan pada akhir 2025 yang akan dikirim ke Indonesia dan diharapkan dapat beroperasi pada 2H2026.

Total Laba Kotor naik 24.1% YOY menjadi US$32.7 juta.

Biaya Tidak Langsung dan Laba Operasional
Total Biaya Tidak Langsung naik 10% YOY menjadi US$9.4 juta untuk FY2025. Peningkatan terbesar dalam biaya tidak langsung berasal dari biaya gaji, sejalan dengan penambahan posisi-posisi inti di bidang teknikal dan operasional untuk mempersiapkan peningkatan armada. Biaya gaji naik 11.9% YOY menjadi US$6.5 juta untuk FY2025, seiring dengan meningkatnya jumlah karyawan menjadi 252 dari 244 orang. Biaya pemasaran naik 17.2% YOY karena biaya dan komisi serta biaya jaminan penawaran untuk mengikuti tender. Investasi atas anak perusahaan turut menambahkan 12.6% YOY ke biaya utilitas kantor yang menjadi US$0.6 juta.

Hasilnya, Laba Operasional untuk FY2025 melonjak sebesar 31%YOY menjadi US$23.3 juta pada FY2025 dibandingkan dengan US$17.8 juta pada FY2024.

Pendapatan Lain, Biaya Lain, dan Laba Bersih Inti
Arus kas dari operasional telah meningkat karena pendapatan dan penagihan piutang yang lebih baik, serta Perusahaan juga telah mendapatkan lebih banyak pinjaman untuk membiayai kembali kapal. Hal ini membuat beban bunga naik 83.5% YOY menjadi US$2.1 juta, sementara pendapatan bunga meningkat dua kali lipat menjadi US$1.0 juta. Perusahaan masih dalam posisi keuangan yang kuat dengan kas bersih. Perusahaan asosiasi menyumbang US$4.1 juta (+71.5% YOY) dari kondisi bisnis yang lebih baik.

Penjualan 2 kapal mid-tier yang lebih tua mencatat pendapatan sebesar US$3.5 juta. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan keuntungan penjualan kapal pada tahun sebelumnya sebesar US$16.1 juta, hal ini disebabkan karena pada FY2024, terdapat keuntungan yang lebih besar dari penjualan PSV yang lebih tua. Total pendapatan lainnya adalah US$7.4 juta untuk FY2025 dibandingkan dengan US$19 juta pada FY2024.

EBITDA untuk FY2025 meningkat sebesar 21.8% YOY menjadi US$38.4 juta, mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam operasional dan kemampuan menghasilkan kas Perusahaan.

Dengan mengecualikan keuntungan dari penjualan kapal, Laba Bersih Inti yang diatribusikan kepada pemegang saham adalah US$18.0 juta, melonjak 19.2% YOY dibandingkan dengan US$15.1 juta pada FY2024.

Kinerja Perusahaan telah berkontribusi terhadap EPS sebesar Rp75.80 untuk FY2025 dibandingkan Rp78.35 pada FY2024.

Prospek Industri
Meningkatnya risiko geopolitik pada tahun 2025 membuat pemerintah di seluruh dunia memprioritaskan ketahanan energi daripada tujuan penanganan iklim jangka panjang. Kecepatan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) di setiap bidang juga mempercepat perluasan pusat data, berkontribusi secara signifikan terhadap meningkatnya permintaan daya. Pada akhir 2025, Badan Energi Internasional (IEA) merevisi pertumbuhan permintaan listrik menjadi 3,7% pada tahun 2026, jauh melebihi pertumbuhan rata-rata 2,6% per tahun antara 2015 hingga 2023.

Sebagai akibat dari perubahan tersebut, terjadi revisi peningkatan total investasi eksplorasi migas pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, khususnya pengeboran laut dalam. Hal ini mengkonfirmasi prospek positif kami untuk permintaan yang tinggi pada OSV untuk beberapa tahun mendatang, terutama pada OSV yang dilengkapi sistem DP.

Pada awal 2026, serangan terhadap Iran dan pembalasan berikutnya telah mengganggu pasokan minyak dan gas yang berasal dari Timur Tengah, menyebabkan harga minyak melonjak. Jika perang Iran meningkat untuk jangka waktu yang lebih lama, kemungkinan akan memicu lebih banyak investasi pada eksplorasi cadangan minyak dan gas baru seiring dengan semakin normalnya nasionalisme energi.

Prospek Bisnis
Investasi Perusahaan dalam penambahan armada telah meningkatkan komposisi armada dan meningkatkan pendapatan dan margin dalam setahun terakhir. Indonesia sendiri memiliki 4 proyek pengeboran laut dalam yang telah diidentifikasi sebagai proyek strategis oleh pemerintah dan dijadwalkan untuk memulai produksi antara tahun 2027 hingga 2030. Kontrak jangka panjang akan diberikan untuk proyek-proyek ini pada tahun mendatang karena terlihat proyek mulai akan berkembang menjelang pertengahan tahun 2026.

Dengan arus kas yang lebih kuat pada tahun 2026, manajemen ingin memperluas armada Dynamic Positioning, kas tersebut akan digunakan untuk ekspansi armada melalui pembelian langsung kapal atau akuisisi perusahaan. Pada tahun 2025, total belanja modal adalah sebesar US$41.7 juta, sedangkan pada FY2026, Perusahaan menganggarkan lebih dari dua kali lipat jumlah tersebut untuk mengantisipasi peningkatan permintaan OSV, yang akan didanai oleh arus kas internal dan pinjaman bank.

Total kontrak yang dimiliki untuk dijalankan hingga akhir Desember 2025 dengan jumlah US$59.1 juta.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here