PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp1,17 triliun yang bersumber dari kas internal. Pelaksanaan aksi ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 April 2026 mendatang. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan kondisi pasar dengan fundamental perusahaan serta meningkatkan keterikatan karyawan melalui program kepemilikan saham.
Rincian Aksi Korporasi
Perseroan telah menyiapkan anggaran sebesar-besarnya Rp1.170.000.000.000, termasuk biaya komisi perantara pedagang efek dan biaya transaksi lainnya. Dana yang digunakan berasal sepenuhnya dari kas internal perusahaan dan dipastikan tidak menggunakan dana hasil penawaran umum atau pinjaman dalam bentuk apa pun.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, jumlah nominal saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal disetor. Pembelian saham ini dapat dilakukan baik melalui bursa efek maupun di luar bursa efek secara bertahap atau sekaligus.
Apabila transaksi dilakukan melalui bursa efek, harga penawaran harus lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya. Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan kondisi likuiditas serta permodalan agar tidak mengganggu operasional bank.
Baca juga: Mengenal berbagai strategi aksi korporasi emiten di bursa efek indonesia
Jadwal Lengkap Buyback Saham BMRI
Berikut adalah perkiraan jadwal pelaksanaan aksi korporasi berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan:
| Kegiatan | Perkiraan Tanggal |
| Keterbukaan Informasi Rencana Buyback | 17 Maret 2026 |
| Persetujuan RUPS Terkait Buyback | 29 April 2026 |
| Perkiraan Periode Pelaksanaan Buyback | 30 April 2026 – 29 April 2027 |
| Batas Waktu Pengalihan Saham Hasil Buyback | Maksimal 3 tahun setelah buyback selesai |
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan buyback saham ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap rasio keuangan, terutama pada Laba Bersih per Saham (Earnings Per Share/EPS). Berdasarkan proforma keuangan 2025, laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp603,23 menjadi Rp603,36 setelah aksi korporasi selesai dilakukan.
Bagi pemegang saham lama, aksi ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang tetap solid meski di tengah fluktuasi pasar. Namun, perlu dicatat bahwa jumlah aset dan ekuitas akan mengalami penurunan sebesar nilai transaksi buyback yang direalisasikan.
Saham yang telah dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock) yang tidak memiliki hak suara dan tidak berhak mendapatkan dividen selama belum dialihkan. Rencana pengalihan saham ini nantinya ditujukan untuk Program Kepemilikan Saham Pegawai (ESOP) serta Direksi dan Dewan Komisaris (MSOP).
Baca juga: Strategi di awal 2026: Analisis saham BMRI vs BBNI dalam menjaga pertumbuhan laba
Kondisi Keuangan Terkait
Manajemen Bank Mandiri meyakini bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Hal ini didasarkan pada posisi modal kerja dan arus kas (cash flow) yang cukup untuk membiayai seluruh operasional dan pengembangan bisnis.
Berikut adalah perbandingan indikator keuangan proforma tahun 2025 sebelum dan sesudah rencana buyback:
| Indikator (Konsolidasi) | Sebelum Buyback (2025) | Sesudah Buyback (2025) |
| Total Aset (Rp Miliar) | 2.829.948 | 2.828.781 |
| Total Ekuitas (Rp Miliar) | 293.751 | 292.584 |
| Laba Bersih (Rp Miliar) | 56.294 | 56.294 |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 20,43% | 20,36% |
| Return on Equity (ROE) | 20,31% | 20,31% |
Meskipun terjadi penurunan tipis pada rasio CAR sebesar 0,07 poin, angka tersebut dinilai masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi perbankan. Pendapatan perseroan juga diperkirakan tidak akan mengalami penurunan akibat dari pelaksanaan aksi korporasi ini.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Buyback Saham BMRI 2026
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa tujuan utama Bank Mandiri melakukan buyback saham? Tujuan utama adalah untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai jangka panjang perusahaan dan mengalokasikan saham tersebut untuk program kepemilikan saham bagi pegawai, direksi, dan dewan komisaris.
2. Berapa lama periode pelaksanaan buyback ini? Pelaksanaan pembelian kembali saham wajib diselesaikan paling lama 12 bulan setelah tanggal RUPS yang memberikan persetujuan, yakni hingga April 2027.
3. Dari mana sumber dana yang digunakan untuk aksi korporasi ini? Bank Mandiri menggunakan kas internal perusahaan sepenuhnya dan memastikan tidak menggunakan dana pinjaman atau dana hasil penawaran umum.
Poin Penting bagi Investor
- Anggaran Maksimal: Rp1,17 triliun untuk pembelian kembali saham di bursa maupun luar bursa.
- Jadwal RUPS: Persetujuan pemegang saham akan diminta pada 29 April 2026.
- Dampak EPS: Diproyeksikan meningkat sebesar 0,13 poin menjadi Rp603,36 per saham.
- Pengalihan Saham: Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program insentif karyawan dan manajemen (ESOP/MSOP) dalam jangka waktu maksimal 3 tahun.
- Stabilitas Keuangan: Rasio CAR dan ROE tetap terjaga pada level yang sehat pasca-transaksi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang perbankan dan berkedudukan di Jakarta, Indonesia. Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BMRI menyediakan berbagai layanan keuangan mulai dari perbankan korporat hingga ritel.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!