Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBBNI Rilis Pengkinian Keterbukaan Informasi Rencana Buyback Saham BNI Rp 905,48 Miliar

BBNI Rilis Pengkinian Keterbukaan Informasi Rencana Buyback Saham BNI Rp 905,48 Miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) secara resmi menyampaikan pengkinian keterbukaan informasi mengenai rencana aksi korporasi buyback saham BNI. Manajemen Perseroan memperkirakan nilai total transaksi pembelian kembali saham ini mencapai maksimal Rp 905.480.000.000.

Alokasi dana tersebut sudah mencakup biaya transaksi, biaya penyimpanan, hingga biaya komitmen yang diperkirakan sebesar 0,32% dari nilai eksekusi. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respon perusahaan terhadap kondisi pasar modal yang dinamis.

Jadwal dan Mekanisme Buyback Saham BNI

Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 9 Maret 2026 untuk menyetujui rencana ini. Pelaksanaan RUPST akan dilakukan secara elektronik melalui aplikasi EASY.KSEI milik Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Periode pelaksanaan buyback saham BNI diproyeksikan akan berlangsung mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027. Jangka waktu pelaksanaan aksi korporasi ini dibatasi paling lama 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan dari rapat pemegang saham.

Transaksi pembelian saham akan dilakukan melalui satu Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditunjuk oleh manajemen. Pembelian dapat dilaksanakan baik secara bertahap maupun sekaligus dengan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan.

Sumber dana untuk aksi ini berasal dari arus kas bebas (free cash flow) yang diambil dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Manajemen memastikan bahwa penggunaan dana internal ini tidak akan memengaruhi kemampuan finansial perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

Alasan dan Pertimbangan di Balik Aksi Korporasi

Sektor perbankan Indonesia menghadapi tekanan sepanjang tahun 2025 akibat ketidakpastian geopolitik global dan ancaman perang tarif. Tantangan likuiditas serta perlambatan permintaan kredit di dalam negeri turut memberikan tekanan pada kinerja harga saham perbankan nasional.

Hingga akhir Desember 2025, harga saham BNI tercatat hanya tumbuh tipis sebesar 0,5% secara year-on-year. Meskipun capaian ini relatif lebih baik dari rekan lokal, pertumbuhan tersebut dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan bank di kawasan regional.

Ketidakstabilan geopolitik juga memicu depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS hingga menyentuh level Rp 16.985 per Dolar AS. Level pelemahan ini bahkan tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi saat masa krisis moneter tahun 1998 silam.

Program buyback ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham mengalami fluktuasi yang tinggi. Selain itu, langkah ini menjadi sinyal kepada investor bahwa manajemen memandang harga saham saat ini belum mencerminkan fundamental perusahaan yang sesungguhnya.

Dampak Keuangan dan Proyeksi Proforma

Manajemen BNI meyakini bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha. Hal ini didukung oleh kondisi permodalan dan arus kas Perseroan yang dinilai masih sangat mencukupi.

Berdasarkan analisis proforma per 31 Desember 2025, total aset dan ekuitas akan menurun sebesar nilai transaksi yakni Rp 905,48 miliar. Penurunan ini dianggap tidak signifikan terhadap indikator keuangan secara keseluruhan.

Indikator Capital Adequacy Ratio (CAR) diproyeksikan akan terkoreksi tipis sebesar 0,1% dari posisi 20,7% menjadi 20,6%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) diperkirakan justru mengalami peningkatan dari 12,6% menjadi 12,7%.

Laba bersih per saham atau Earnings Per Share (EPS) diproyeksikan meningkat sebesar Rp 3 menjadi Rp 540 per saham. Estimasi ini disusun dengan asumsi Perseroan menggunakan seluruh anggaran maksimum yang dicadangkan untuk program tersebut.

Rencana Pengalihan Saham Hasil Buyback

Saham yang telah dibeli kembali nantinya akan dikelola sebagai saham tresuri (treasury stock) sebelum dialihkan kembali. Batas waktu untuk pengalihan saham hasil pembelian kembali ini ditetapkan paling lama tiga tahun setelah selesainya periode buyback.

Terdapat dua metode utama yang direncanakan untuk pengalihan saham tersebut, yaitu penjualan kembali atau program kepemilikan saham. Penjualan kembali dapat dilakukan di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia tanpa memerlukan persetujuan RUPS kembali.

Metode kedua adalah melalui Program Kepemilikan Saham bagi pegawai dan/atau pengurus Perseroan sesuai dengan kebijakan remunerasi yang berlaku. Pelaksanaan program kepemilikan saham ini wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari rapat pemegang saham.

Untuk penjualan di bursa, harga pengalihan tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata pembelian kembali. Harga tersebut juga harus mengikuti ketentuan minimal dari harga penutupan harian atau rata-rata harga selama 90 hari terakhir dengan diskon maksimal 7,5%.


Poin Penting bagi Investor

  • Nilai Transaksi: Maksimal Rp 905,48 miliar.
  • Jadwal RUPST: Senin, 9 Maret 2026.
  • Masa Pelaksanaan: 12 bulan sejak persetujuan RUPST.
  • Tujuan: Menstabilkan harga saham dan memberi sinyal fundamental positif.
  • Sumber Dana: Saldo laba internal (free cash flow).
  • Dampak EPS: Diproyeksikan meningkat menjadi Rp 540 per saham.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) merupakan badan usaha milik negara yang bergerak di sektor jasa perbankan. Perusahaan berkantor pusat di Grha BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Jakarta Pusat . BNI memiliki visi untuk menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui sumber file resmi BEI.

Baca juga: BNI Siapkan Rp 1,5 Triliun untuk Buyback Saham BBNI, Simak Jadwal dan Alasannya | PintarSaham


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here