PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) secara resmi melaporkan adanya penambahan fasilitas pinjaman kepada entitas afiliasinya guna mendukung kegiatan operasional. Langkah transaksi afiliasi DAAZ ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan modal kerja dalam aktivitas perdagangan komoditas.
Emiten ini mengumumkan detail transaksi melalui sistem pelaporan elektronik Bursa Efek Indonesia. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 009/DIR-II/2026 yang diterbitkan pada tanggal 24 Februari 2026.
Detail Penambahan Fasilitas Pinjaman Antar Perusahaan
Berdasarkan keterbukaan informasi, obyek dari transaksi ini adalah pemberian pinjaman antar perusahaan (intercompany loan). Pihak yang menerima fasilitas pinjaman tersebut adalah PT Bara Makmur Dwitama.
PT Daaz Bara Lestari Tbk bertindak sebagai pemberi pinjaman mengingat kedudukan Perseroan sebagai pemegang saham pengendali pada entitas tersebut. Nilai transaksi tambahan yang dikucurkan dalam periode ini mencapai Rp12.000.000.000.
Adanya tambahan tersebut membuat total plafon fasilitas pinjaman mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Fasilitas yang sebelumnya sebesar Rp10.000.000.000 kini membengkak menjadi Rp22.000.000.000 secara total.
Transaksi ini merupakan bagian dari strategi keuangan internal untuk memperkuat struktur permodalan entitas di bawah naungan grup. Sifat hubungan afiliasi dipastikan telah sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku di Indonesia.
Tujuan dan Sumber Dana Transaksi Afiliasi DAAZ
Manajemen menjelaskan bahwa alasan utama dilakukannya transaksi afiliasi DAAZ ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja (working capital). Secara spesifik, dana tersebut akan digunakan oleh PT Bara Makmur Dwitama untuk pembelian batubara.
Terkait sumber pendanaan, DAAZ tidak menggunakan kas internal dari operasional harian untuk pinjaman ini. Dana yang dipinjamkan berasal dari hasil penerbitan Obligasi I DAAZ Tahun 2025.
Pemanfaatan dana obligasi tersebut diklaim telah sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan konsistensi Perseroan dalam merealisasikan janji kepada para pemegang obligasi.
Pinjaman ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan tetap memperhitungkan nilai komersial bagi induk perusahaan. Perseroan menetapkan tingkat suku bunga (interest rate) sebesar 8,85% per tahun.
Jangka waktu atau tenor dari pinjaman ini ditetapkan selama 370 hari kalender. Penghitungan jangka waktu dimulai sejak tanggal penandatanganan perjanjian pinjaman antara kedua belah pihak.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan efisiensi alokasi dana di dalam grup perusahaan. Dengan dukungan modal yang kuat, diharapkan aktivitas pembelian batubara dapat berjalan secara optimal tanpa kendala pendanaan.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Transaksi: Tambahan pinjaman sebesar Rp12 miliar, meningkatkan total fasilitas menjadi Rp22 miliar.
- Tingkat Bunga: Suku bunga pinjaman ditetapkan sebesar 8,85% per tahun yang menjadi potensi pendapatan bunga bagi DAAZ.
- Tenor Pinjaman: Masa berlaku pinjaman adalah 370 hari sejak tanggal perjanjian.
- Tujuan Penggunaan: Modal kerja khusus untuk pembelian komoditas batubara oleh entitas anak.
- Sumber Dana: Seluruh dana berasal dari perolehan hasil penawaran umum Obligasi I DAAZ Tahun 2025.
- Status Hubungan: PT Bara Makmur Dwitama merupakan entitas yang dikendalikan langsung oleh Perseroan.
Profil Singkat Perusahaan
PT Daaz Bara Lestari Tbk yang berusaha dalam bidang perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI Nomor 46620), dan aktivitas perusahaan holding (KBLI Nomor 64200). Perseroan memiliki Perusahaan Anak dengan bidang usaha Perdagangan, Jasa angkutan laut, dan Jasa Pertambangan. Perseroan dan Perusahaan Anaknya didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dalam industri mineral untuk menjalankan usahanya.
Sumber Referensi: Keterbukaan Informasi DAAZ – 24 Februari 2026
- Baca Juga: PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) Masuk Konsorsium Hilirisasi Nikel
- Baca Juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Investasi
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


