PT Mitra Pack Tbk (PTMP) telah menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana divestasi anak usahanya, PT Master Print Tbk (PTMR). Langkah strategis ini mencakup penjualan saham mayoritas serta penataan ulang aset internal perusahaan.
Langkah korporasi ini diawali dengan rencana divestasi kepemilikan 76,42% saham PTMR dengan nilai transaksi mencapai Rp141,35 miliar. Keputusan tersebut didasarkan pada laporan penilaian saham yang disusun oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang dan Rekan.
Rincian Penggunaan Dana Hasil Divestasi PT Mitra Pack Tbk (PTMP)
Pihak manajemen menjelaskan bahwa dana hasil divestiture tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat struktur operasional internal. Alokasi dana utama digunakan untuk pembelian seluruh aktiva dan kewajiban PTMR senilai Rp102,18 miliar.
Selain akuisisi aset neto PTMR, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) juga berencana melakukan pembelian aset tetap senilai Rp37,43 miliar. Aset tetap tersebut saat ini dimiliki oleh Ardi Kusuma, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan.
Sisa dana hasil divestasi yang diperkirakan sebesar Rp1,74 miliar akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Dana modal kerja ini ditujukan untuk membiayai operasional rutin, pengelolaan arus kas, serta pemenuhan kewajiban jangka pendek.
Urgensi Akuisisi Aset Tetap dan Efisiensi Operasional
Pembelian aset tetap dari pemegang saham dinilai memiliki urgensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan ekspansi bisnis saat ini. Aset tersebut mencakup rumah kantor, gedung kantor, serta gudang yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Sebelumnya, aset-aset tersebut berstatus sebagai aset sewa yang dicatat sebagai liabilitas sewa dalam laporan keuangan. Dengan pengalihan kepemilikan menjadi aset hak milik, perusahaan tidak lagi terbebani oleh biaya sewa bulanan dan liabilitas terkait.
Secara spesifik, aset SHGB No. 3410 dan No. 3656 digunakan sebagai kantor operasional utama. Sementara itu, aset SHM No. 1861 serta HGB No. 340 difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang dan pusat logistik perusahaan.
Strategi Konsolidasi Melalui PT Global Putra Kusuma (GPK)
Dalam keterbukaan informasi tersebut, perusahaan juga mengungkap strategi jangka panjang melalui PT Global Putra Kusuma (GPK). Saat ini, PTMR berfokus pada segmen korporasi dan industri, sedangkan GPK melayani segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kedepannya, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) akan melakukan konsolidasi kegiatan operasional sepenuhnya melalui GPK. GPK diproyeksikan untuk mengintegrasikan aktivitas usaha dari kedua segmen pasar tersebut guna meningkatkan efisiensi.
Strategi integrasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar serta memperkuat sinergi bisnis antar segmen. Manajemen meyakini bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan kinerja jangka panjang perusahaan.
Dampak Finansial dan Analisis Proforma
Berdasarkan analisis proforma pasca divestasi PTMR, terdapat perubahan signifikan pada postur keuangan perusahaan. Pendapatan perusahaan diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 49,6% dari angka sebelum transaksi.
Meskipun pendapatan menurun, analisis menunjukkan adanya perbaikan pada sisi laba bersih yang meningkat sekitar 80,8%. Selisih kenaikan laba bersih setelah divestasi 76,42% saham PTMR tercatat sebesar Rp33,87 miliar.
Perusahaan juga memastikan bahwa transaksi ini tidak mengganggu kelangsungan usaha (going concern) perseroan. Fokus utama pasca transaksi adalah optimalisasi aset yang telah diperoleh untuk mendukung kegiatan administrasi dan manajerial.
Metodologi Penilaian dan Perusahaan Pembanding
Penilai aset menggunakan Market Based Approach dengan metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC) untuk menentukan nilai pasar. Proses evaluasi melibatkan penyaringan terhadap daftar perusahaan terbuka yang bergerak di industri sejenis.
Beberapa perusahaan pembanding yang digunakan dalam perhitungan antara lain PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), dan PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO). Selain itu, terdapat perusahaan internasional seperti Reece Limited dan Redox Limited yang masuk dalam daftar pembanding.
Indikator penilaian mencakup perhitungan valuation multiples seperti Price to Earnings (PE), Price to Sales (PS), dan Price to Book Value (PBV). Penggunaan berbagai pendekatan ini bertujuan untuk memenuhi prinsip penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use).
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Divestasi: Penjualan 76,42% saham PTMR senilai Rp141,35 miliar.
- Restrukturisasi Aset: Dana digunakan untuk membeli aset neto PTMR (Rp102,18 miliar) dan aset tetap dari Ardi Kusuma (Rp37,43 miliar).
- Efisiensi Biaya: Peralihan dari status sewa menjadi milik sendiri pada aset kantor dan gudang untuk mengurangi beban operasional.
- Peningkatan Laba: Meskipun pendapatan turun 49,6%, laba bersih secara proforma meningkat 80,8%.
- Jadwal Penting: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dijadwalkan pada 3 Maret 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Mitra Pack Tbk (PTMP) adalah adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang-barang industry pengemasan seperti coding, marking & labelling beserta consumable nya, product inspection seperti metal detector, Xray inspection system, check-weigher dan food packaging (pengemasan makanan). Perseroan juga menyediakan suku cadang dan servis (after sales) kepada para pelanggannya.
Sumber Informasi: Sumber Dokumen Resmi IDX
Baca juga:
- Strategi PT Mitra Pack Tbk (PTMP): Divestasi PTMR Rp141 Miliar dan Restrukturisasi Aset Internal
- Cara Baca Keterbukaan Informasi dan Aksi Korporasi: Panduan Langkah demi Langkah bagi Investor
- Profil Emiten PT Mitra Pack Tbk – IDNFinancials
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!