Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Tahun 2025

Kinerja Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Tahun 2025

Pada tahun 2025, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.


Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset 

  • Total Aset: Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar Rp3.633.654 juta, mengalami kenaikan 1,17% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp3.591.729 juta. 
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 27,76% menjadi Rp858.858 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada piutang lain-lain pihak ketiga yang meningkat signifikan sehubungan dengan piutang ganti kerugian proyek jalan tol. 
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp2.774.796 juta, turun 4,96%, didorong oleh penurunan nilai tercatat aset tetap akibat beban penyusutan dan penghapusan aset.

Liabilitas 

  • Total Liabilitas: Hingga akhir Desember 2025, liabilitas mencapai Rp1.773.590 juta, turun 4,54% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp386.442 juta, menurun 32,15%, terutama disebabkan oleh pelunasan sebagian besar utang bank jangka pendek. 
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp1.387.148 juta, dengan kenaikan 7,67%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang dimana terdapat penambahan pinjaman bank jangka panjang.

Ekuitas 

Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp1.860.064 juta, naik 7,28% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.


Laporan Laba Rugi

Pendapatan 

Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp1.121.209 juta, turun 11,43% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.265.897 juta. Penurunan ini terjadi di tengah upaya perusahaan menjaga stabilitas operasional.

Laba Bersih 

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp180.194 juta, naik 1,35% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini terutama disebabkan oleh lonjakan penghasilan lainnya yang berasal dari pendapatan non-operasional, meskipun laba operasional inti mengalami tekanan.

Earnings per Share (EPS) 

EPS tercatat sebesar Rp113, mencerminkan kenaikan 1,80% YoY, sejalan dengan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.


Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,22x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar yang memadai.
  • Quick Ratio: 1,35x, mengindikasikan likuiditas yang cukup terjaga dengan mengecualikan persediaan dan aset real estat dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 45,63%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan usaha langsung.
  • Margin Laba Bersih: 16,07%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional, pajak, dan ditambah penghasilan lain-lain.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 4,96%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 9,69%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

Debt to Equity Ratio (DER): 0,95x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang seimbang dengan tingkat ketergantungan pada utang yang masih dalam batas wajar.


Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp550 per 13 Februari 2026, PER tercatat 4,87x, mengindikasikan valuasi undervalued terhadap potensi laba perusahaan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp1.150, PBV perusahaan berada di level 0,48x, mencerminkan harga pasar yang berada di bawah nilai buku ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk selama tahun 2025 menunjukkan stabilitas laba bersih di tengah tekanan penurunan pendapatan usaha, yang berhasil dikompensasi oleh pendapatan non-operasional yang signifikan. Perbaikan struktur neraca terlihat dari penurunan liabilitas jangka pendek dan peningkatan ekuitas, yang memperkuat posisi likuiditas perusahaan. Meskipun valuasi pasar saat ini tergolong murah, investor perlu memperhatikan keberlanjutan pendapatan operasional inti dan penyelesaian proyek strategis yang dapat mempengaruhi kinerja tahun selanjutnya.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here