Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeInsightOMED Paparkan Prospek 2026 Seiring Peningkatan Anggaran Kesehatan Nasional

OMED Paparkan Prospek 2026 Seiring Peningkatan Anggaran Kesehatan Nasional

Siaran Pers

Surabaya, 5 Februari 2026

PT Jayamas Medica Industri Tbk (“OMED”), perusahaan manufaktur dan distribusi alat kesehatan, memaparkan prospek usaha tahun 2026 yang didukung oleh berlanjutnya permintaan struktural di sektor kesehatan nasional serta ketahanan permintaan dari segmen kesehatan swasta.

Sektor kesehatan Indonesia terus memperoleh dukungan kuat dari pemerintah, tercermin dari peningkatan anggaran kesehatan nasional sebesar 16% secara tahunan menjadi sekitar Rp244 triliun pada tahun 2026 (dari Rp211 triliun pada tahun 2025). Kebijakan pemerintah tetap difokuskan pada peningkatan aksesibilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang, termasuk penguatan kapabilitas industri kesehatan dan farmasi dalam negeri.

Meskipun program Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) tetap berperan penting dalam memperluas akses layanan kesehatan, tekanan pendanaan masih berlanjut seiring rasio klaim yang melampaui penerimaan iuran. Dalam konteks tersebut, segmen layanan kesehatan swasta diperkirakan tetap resilien, didorong oleh permintaan layanan kesehatan dengan kompleksitas lebih tinggi, layanan non-BPJS, produk consumable medis, serta pengembangan infrastruktur kesehatan.

“Dengan latar belakang tersebut, OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026, atau tumbuh di kisaran 10-15% secara tahunan (YoY),” ujar Louis Hartanto, Direktur Marketing dan Sales PT Jayamas Medica Industri Tbk. “Perseroan juga menargetkan margin laba kotor yang tetap terjaga pada kisaran awal 30%, serta penjualan ekspor sebesar USD 1,0-1,5 juta.”

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan kesiapan operasional, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp62 miliar pada tahun 2026. Belanja modal tersebut akan difokuskan pada penambahan mesin untuk memperluas kapasitas produksi di fasilitas Mojoagung dan Krian, serta pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Louis menegaskan bahwa meskipun pergerakan pasar saham dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan dinamika indeks global, Perseroan tetap berfokus pada eksekusi strategi, penguatan kapasitas, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan dalam menghadapi volatilitas pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments