PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback saham BBNI dengan nilai fantastis mencapai Rp 1,5 triliun. Langkah ini diambil oleh perseroan sebagai respons terhadap kondisi pasar saham perbankan yang mengalami tekanan sepanjang tahun 2025 akibat ketidakpastian global. Rencana ini telah dipublikasikan melalui keterbukaan informasi resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Januari 2026.
Melalui keterbukaan informasi tersebut, manajemen BNI menyatakan bahwa dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi ini sudah termasuk biaya transaksi, biaya penyimpanan, serta commitment fee yang diperkirakan sebesar 0,32% dari nilai eksekusi. Pelaksanaan buyback saham BBNI diharapkan dapat memberikan indikasi positif kepada investor bahwa harga saham saat ini belum mencerminkan fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Rincian Anggaran dan Sumber Dana Buyback Saham BBNI
Perseroan menegaskan bahwa jumlah nilai nominal saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan. Dana yang digunakan untuk aksi korporasi ini dipastikan berasal dari internal perusahaan, tepatnya dari arus kas bebas (free cash flow) berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Manajemen BBNI juga menjamin bahwa penggunaan dana ini tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan perseroan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Selain itu, dana tersebut bukan berasal dari hasil Penawaran Umum maupun pinjaman dalam bentuk apa pun.
Alasan Strategis dan Dampak Terhadap Kinerja Keuangan
Keputusan untuk melakukan buyback saham BBNI didorong oleh performa harga saham yang dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan bank-bank di kawasan regional. Hingga 31 Desember 2025, harga saham BBNI hanya tercatat tumbuh sebesar 0,5% secara year-on-year (YoY). Tekanan pada sektor perbankan nasional ini dipicu oleh risiko geopolitik, ancaman perang tarif global, serta tantangan likuiditas di dalam negeri.
Meskipun akan menurunkan aset dan ekuitas sebesar nilai transaksi, BNI berkeyakinan bahwa dampak operasional dari aksi ini tidak material. Berdasarkan proforma laporan keuangan per 30 November 2025, berikut adalah perkiraan perubahan indikator keuangan setelah buyback:
| Indikator Keuangan | Sebelum Buyback | Setelah Buyback |
| Laba Bersih per Saham (EPS) | Rp 499 | Rp 504 |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 21,3% | 21,1% |
| Return on Equity (ROE) | 12,7% | 12,8% |
Dari data di atas, terlihat adanya potensi peningkatan Laba Bersih per Saham (Earnings per Share) dari Rp 499 menjadi Rp 504. Hal ini menunjukkan bahwa buyback saham BBNI dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham yang tetap bertahan.
Jadwal Pelaksanaan dan Rencana Pengalihan Saham
Untuk merealisasikan rencana ini, BNI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 9 Maret 2026 guna mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Berikut adalah estimasi jadwal pelaksanaan buyback tersebut:
- Pengumuman Rencana Buyback: 29 Januari 2026.
- Penyelenggaraan RUPST: 9 Maret 2026.
- Periode Pelaksanaan Buyback: 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027.
Saham hasil pembelian kembali (treasury stock) ini rencananya akan dialihkan di masa mendatang melalui dua mekanisme: dijual kembali di Bursa Efek Indonesia atau digunakan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus perseroan (Share Ownership Program).
Poin Penting bagi Investor
- Anggaran Maksimal: Rp 1,5 triliun untuk membeli kembali saham di pasar reguler.
- Tujuan Utama: Mengurangi tekanan jual dan menstabilkan harga saham di tengah fluktuasi pasar.
- Efek EPS: Potensi kenaikan Laba Bersih per Saham (EPS) karena berkurangnya jumlah saham yang beredar.
- Keamanan Modal: CAR diproyeksikan tetap kuat di level 21,1%, jauh di atas batas ketentuan minimum.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI merupakan bank BUMN bidang usaha perbankan. BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah anak perusahaan, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multi Finance, BNI Securities, BNI Life Insurance, dan BNI Remittance.
Sumber Data: Keterbukaan Informasi BBNI – IDX
Baca juga: BBCA x BBNI x NISP: Bank yang Banyak Menyalurkan Kredit ke Sektor Tekstil dan Garmen
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


