Emiten asuransi umum, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), resmi mengumumkan rencana penguatan struktur permodalan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau Rights Issue PT Asuransi Digital Bersama Tbk. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 21 Januari 2026, perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 684.937.500 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Langkah korporasi ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32/2015 sebagaimana telah diubah dengan POJK Nomor 14/2019. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa seluruh saham baru tersebut akan diambil dari saham portepel dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Detail Rencana dan Efek Dilusi Rights Issue PT Asuransi Digital Bersama Tbk
Pelaksanaan Rights Issue PT Asuransi Digital Bersama Tbk ini diprediksi akan memberikan dampak pada persentase kepemilikan saham bagi pemegang saham lama. Perseroan menyebutkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu akan mengalami dilusi kepemilikan saham maksimal sebesar 16,67%.
Meskipun jumlah maksimal saham telah ditetapkan, manajemen menegaskan bahwa jumlah final saham yang akan diterbitkan masih bergantung pada keperluan dana Perseroan serta harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian. Jika terdapat perubahan atas jumlah maksimum saham, Perseroan berkomitmen untuk mengumumkannya paling lambat saat pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 6 Februari 2026.
Tujuan Penggunaan Dana dan Kepatuhan Ekuitas Minimum
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penambahan modal ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan sepenuhnya untuk keperluan modal kerja Perseroan. Manajemen optimistis bahwa melalui peningkatan modal ini, struktur permodalan akan menjadi lebih sehat sehingga mendukung pendanaan strategi usaha di masa depan.
Selain untuk modal kerja, agenda ini sangat krusial bagi Perseroan untuk mematuhi regulasi terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan. Penambahan modal ini ditujukan agar Perseroan memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebagaimana yang dipersyaratkan dalam POJK Nomor 23 Tahun 2023 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi. Melalui aksi korporasi ini, YOII berupaya menyelaraskan posisi keuangannya dengan standar regulasi yang berlaku bagi perusahaan asuransi umum konvensional di Indonesia.
Jadwal Penting dan Mata Acara RUPSLB
Untuk memuluskan rencana PMHMETD I ini, Perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada hari Selasa, 3 Maret 2026. Keputusan mengenai waktu dan tempat pelaksanaan rapat akan diinformasikan lebih lanjut bersamaan dengan iklan pemanggilan RUPSLB. Berikut adalah jadwal penting terkait rencana aksi korporasi tersebut:
- Pemberitahuan Agenda RUPSLB ke OJK: 13 Januari 2026
- Iklan Pengumuman RUPSLB: 21 Januari 2026
- Recording Date DPS yang Berhak Mengikuti RUPSLB: 5 Februari 2026
- Iklan Pemanggilan RUPSLB: 6 Februari 2026
- Pelaksanaan RUPSLB: 3 Maret 2026
Mata acara utama dalam RUPSLB tersebut mencakup dua poin penting. Pertama, persetujuan penambahan modal melalui mekanisme PMHMETD serta pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui pelaksanaan penambahan modal tersebut. Kedua, persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, khususnya Pasal 4 ayat (2), sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor setelah terlaksananya PMHMETD I.
Poin Penting bagi Investor
- Jumlah Saham Baru: Maksimal 684.937.500 lembar.
- Potensi Dilusi: Maksimal 16,67% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
- Tujuan Dana: Modal kerja dan pemenuhan standar ekuitas minimum OJK sesuai POJK 23/2023.
- Masa Berlaku Persetujuan: Pelaksanaan dilakukan tidak lebih dari 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPSLB.
- Informasi Lanjutan: Detail penggunaan dana yang lebih rinci akan diungkapkan dalam Prospektus yang akan diterbitkan kemudian.
Profil Singkat Perusahaan PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) adalah Perusahaan Asuransi Umum yang awalnya bernama PT Sarana Lindung Upaya (SLU) yang didirikan tahun 1988 oleh para pendiri perseorangan dimana pada masa pendirian Perseroan berkedudukan di Kota Semarang, saat ini Perseroan telah memindahkan Kantor Pusatnya di Jakarta sejak tahun 2022. Perseroan terus melakukan inovasi untuk maju melalui pengembangan lini produk baru dan berpartner dengan mitra – mitra strategis untuk meningkatkan pangsa pasarnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!