Emiten real estat, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), secara resmi melaporkan adanya perubahan struktur kepemilikan saham yang melibatkan dua pemegang saham utamanya. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi pengalihan kepemilikan saham PT Perintis Triniti Properti Tbk tersebut dilakukan melalui mekanisme penjualan di bursa efek.
Laporan yang ditandatangani oleh Ishak Chandra selaku Direktur Utama Perseroan ini menyebutkan bahwa transaksi tersebut telah berlangsung pada tanggal 13 Januari 2025. Langkah keterbukaan ini dilakukan guna memenuhi Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 mengenai Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, serta Ketentuan Peraturan I-E Bursa Efek Indonesia.
Rincian Transaksi Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk oleh KDI dan III
Dua entitas pemegang saham utama yang melakukan pengalihan adalah PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III). Keduanya tercatat melepas sebagian porsi kepemilikannya dengan rincian nilai transaksi yang mencapai angka miliaran rupiah.
Pertama, PT Kunci Daud Indonesia (KDI) mengalihkan kepemilikan sahamnya melalui mekanisme penjualan bursa efek sebanyak 25.063.900 lembar saham. Nilai dari transaksi penjualan yang dilakukan oleh KDI tersebut setara dengan Rp5.012.780.000 (lima miliar dua belas juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah). Sebelum transaksi ini dilakukan, KDI memegang porsi kepemilikan sebesar 36,34% pada Perseroan.
Kedua, PT Intan Investama Internasional (III) juga melakukan pengalihan kepemilikan melalui mekanisme yang sama di bursa efek. Jumlah saham yang dialihkan oleh entitas III tercatat jauh lebih besar, yakni mencapai 111.536.100 lembar saham. Nilai transaksi pengalihan oleh PT Intan Investama Internasional ini mencapai Rp22.307.220.000 (dua puluh dua miliar tiga ratus tujuh juta dua ratus dua puluh ribu rupiah). Sebelum melakukan aksi jual ini, III memiliki kepemilikan sebesar 29,73% pada Perseroan.
Pasca transaksi pengalihan kepemilikan tersebut, struktur pemegang saham utama di TRIN mengalami perubahan. Saat ini, kepemilikan saham PT Kunci Daud Indonesia di Perseroan tercatat sebesar 35,79%, sementara kepemilikan PT Intan Investama Internasional kini berada di angka 27,28%.
Dampak Transaksi terhadap Kondisi Operasional dan Keuangan Perseroan
Manajemen PT Perintis Triniti Properti Tbk menegaskan bahwa transaksi pengalihan saham oleh para pemegang saham utama ini tidak memberikan dampak yang merugikan bagi jalannya perusahaan. Secara spesifik, Perseroan menyatakan bahwa kejadian atau fakta material ini tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional maupun aspek hukum Perseroan.
Lebih lanjut, dari sisi finansial, manajemen melaporkan bahwa kondisi keuangan dan kelangsungan usaha (going concern) Perseroan saat ini tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh transaksi tersebut. Laporan keterbukaan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk mengungkapkan semua informasi material kepada publik dan pemangku kepentingan secara transparan dan tidak menyesatkan.
Poin Penting bagi Investor
- Tanggal Kejadian: Transaksi pengalihan saham dilakukan pada 13 Januari 2025.
- Mekanisme Transaksi: Penjualan dilakukan melalui mekanisme bursa efek.
- Total Saham yang Dialihkan: Gabungan dari kedua pemegang saham utama mencapai 136.599.900 lembar saham.
- Total Nilai Transaksi: Nilai gabungan dari kedua pengalihan tersebut mencapai Rp27.320.000.000.
- Perubahan Kepemilikan KDI: Berkurang dari 36,34% menjadi 35,79%.
- Perubahan Kepemilikan III: Berkurang dari 29,73% menjadi 27,28%.
- Status Materialitas: Transaksi dinyatakan tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha dan operasional.
Profil Singkat Perusahaan PT. Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) didirikan pada 13 Maret 2009. Aktivitas bisnis utama perusahaan termasuk mengembangkan dan menjual apartemen, kantor dan ruko, serta mengoperasikan dan menyewa properti komersial.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


