Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPGEO Resmi Mulai Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Kapasitas 55...

PGEO Resmi Mulai Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Kapasitas 55 MW

Emiten energi terbarukan Grup Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), secara resmi mengumumkan dimulainya tahap eksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau PLTP Lumut Balai Unit 3. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting yang mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat pasokan energi bersih nasional melalui optimalisasi potensi panas bumi di Indonesia.

Proyek yang memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW) ini merupakan bagian dari upaya strategis PGEO untuk meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri. Berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan, proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 diproyeksikan akan mencapai tahap operasional penuh atau commissioning operation date (COD) pada tahun 2030 mendatang.

Strategi Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Target Operasional

Melalui pertemuan perdana (kick-off meeting) yang dilakukan, PGEO menetapkan titik awal koordinasi antar-fungsi internal guna memastikan kesiapan dari berbagai aspek krusial. Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menekankan bahwa momentum ini sangat penting untuk memvalidasi kesiapan teknis, perizinan, pendanaan, hingga manajemen risiko dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3.

Proyek ini tidak hanya berdiri sendiri, melainkan merupakan kelanjutan dari kesuksesan PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak Juni 2025. Secara strategis, pengembangan Unit 3 telah masuk dalam daftar proyek penting pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas dan selaras dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034.

Dalam pelaksanaannya, PGEO membangun sinergi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PT PLN (Persero), hingga instansi pemerintah terkait lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran setiap tahapan proyek agar target yang ditetapkan dapat tercapai tepat waktu. Selain menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat di wilayah Sumatera Selatan, inisiatif ini memperkuat posisi PGEO sebagai pemain utama dalam industri panas bumi nasional.

Kontribusi Sektor Panas Bumi dan Rencana Jangka Panjang PGEO

Pengembangan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 juga sejalan dengan ambisi jangka panjang perusahaan untuk mencapai kapasitas terpasang mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, dan meningkat menjadi 1,8 GW pada tahun 2033. Saat ini, PGEO mengelola total kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Sebagai fondasi pengembangan jangka panjang, perusahaan telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri.

Selain aspek penyediaan energi, sektor panas bumi memberikan dampak ekonomi signifikan bagi negara. Berdasarkan data periode 2010-2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai sekitar Rp21,43 triliun. Selain itu, daerah penghasil juga menerima manfaat langsung melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019-2024. Kontribusi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efek berganda (multiplier effect) di sekitar wilayah operasi proyek.

Saat ini, selain fokus pada Lumut Balai, PGEO juga tengah menjalankan sejumlah proyek strategis lainnya. Proyek tersebut meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas 110 MW, serta pengembangan proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Poin Penting bagi Investor

  • Eksekusi Proyek: PGEO resmi memulai tahap eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3 kapasitas 55 MW pada 14 Januari 2026.
  • Target COD: Operasional penuh proyek ditargetkan tercapai pada tahun 2030.
  • Status Strategis: Masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029 dan RUPTL 2025-2034.
  • Target Kapasitas: Perusahaan mengincar kapasitas mandiri 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033.
  • Kondisi Operasional: Kapasitas terpasang saat ini adalah 727 MW dari enam wilayah operasi.

Profil Singkat Perusahaan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari grup Pertamina, perusahaan berfokus pada eksplorasi, eksploitasi, dan produksi energi panas bumi untuk mendukung kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan energi baru terbarukan.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan! https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here