Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightDanantara Serahkan 600 Unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang, ADHI...

Danantara Serahkan 600 Unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang, ADHI Karya Dukung Pembangunan Pasca Bencana Aceh–Sumut

Aceh Tamiang, 12 Januari 2026 – Percepatan pemulihan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) sebagai kontraktor nasional turut mengambil langkah nyata dalam mendukung pemulihan pasca bencana melalui pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) sebagai solusi hunian sementara bagi warga terdampak.

Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan sebanyak 600 unit Huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (08/01) lalu, sebagai bagian dari dukungan percepatan pemulihan pasca bencana di wilayah terdampak. Serah terima ini menjadi penanda bahwa hunian sementara yang telah dibangun siap dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pengelolaan, penetapan penerima manfaat, serta proses distribusi dan penempatan hunian oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam program ini, ADHI Karya turut berkontribusi melalui pembangunan 80 unit Huntara di Aceh Tamiang, yang akan diserahkan secara bertahap mulai 8 Januari 2026. Proses pembangunan dilakukan secara cepat dan terukur sebagai bentuk kolaborasi antara Danantara Indonesia dan BP BUMN dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

“ADHI Karya berkomitmen untuk memberikan kontribusi langsung dan berkolaborasi dengan stakeholder strategis dalam situasi darurat pascabencana, dalam hal ini khususnya melalui penyediaan hunian sementara yang aman, layak, dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang kami laksanakan secara cepat dan terukur sebagai bagian dari kolaborasi Danantara, BP BUMN, dan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas,” ujar Direktur Utama ADHI Karya, Moeharmein Zein Chaniago.

Huntara dibangun sesuai dengan standar kelayakan hunian darurat, dilengkapi dengan struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan. Selain itu, pembangunan juga memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal, dengan dilengkapi fasilitas pendukung seperti klinik, taman bermain, akses internet, serta listrik tanpa biaya.

Secara keseluruhan, total hunian yang diserahkan di Aceh Tamiang mencapai 600 unit rumah, didukung oleh 120 unit toilet, 14 fasilitas komunal, serta fasilitas umum lainnya seperti toilet umum, mushola, dan dapur. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kenyamanan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat selama masa transisi pascabencana.

Ke depannya, Danantara Indonesia menargetkan pembangunan sebanyak 15.000 unit hunian sementara di berbagai wilayah terdampak bencana dalam beberapa bulan ke depan guna memastikan ketersediaan hunian layak sementara bagi keluarga terdampak. Melalui kolaborasi antara Danantara Indonesia, BP BUMN, dan ADHI Karya, Huntara diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus menjadi jembatan menuju hunian permanen serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (kode emiten: ADHI) merupakan salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Maret 2004. Saat ini 36% saham ADHI dimiliki oleh masyarakat.

Selain bisnis engineering & construction, ADHI memiliki tiga lini bisnis lain yaitu Property & Hospitality, Manufaktur, serta Investasi & Konsesi. Melalui semangat Beyond Construction, ADHI menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia jasa konstruksi, tetapi juga menekankan keberlanjutan serta manfaat jangka panjang bagi sosial, lingkungan, dan bisnis.

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan nasional, ADHI aktif dalam berbagai Proyek Strategis Nasional, antara lain Jalan Tol Serang–Panimbang, Tol Solo–Yogyakarta–Kulonprogo, Tol Probolinggo–Banyuwangi, Tol Yogya–Bawen, serta proyek MRT Jakarta CP201 dan CP202.

ADHI juga berperan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, termasuk pembangunan Istana Wakil Presiden, Training Center PSSI, Hunian Pekerja Konstruksi, Rumah Sakit IKN, Masjid, Land Development 1-B, Jalan Tol Kariangau–Karangjoang Seksi 3A, Jembatan Pulau Balang, hingga Intake Sepaku. Di sektor perkeretaapian, ADHI membuktikan diri sebagai champion of railway contractor melalui proyek LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga proyek regional North–South Commuter Railways di Manila, Filipina.

Di bidang lingkungan, ADHI menjadi pelopor konstruksi berbasis keberlanjutan melalui proyek Pengolahan Sampah RDF Bantargebang, pengembangan pengelolaan lingkungan, serta FPLT Kawasan Industri di Medan.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan! https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here