PT Andalan Perkasa Abadi Tbk (NASA) baru-baru ini memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perkembangan bisnis dan laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang berbasis di Bali ini memberikan gambaran mengenai status aset lahan, strategi pendapatan, hingga rencana proyek masa depan.
Berikut adalah poin-poin utama yang perlu dicermati oleh para investor:
1. Fokus Pengembangan Lahan di Cilejet dan Blora
Perseroan saat ini memiliki beberapa aset lahan strategis yang sedang dalam tahap pengurusan legalitas:
- Cilejet, Bogor: NASA mengelola lahan seluas 873.842 m² melalui anak usahanya, DNU. Saat ini perusahaan sedang memproses peningkatan status tanah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027.
- Blora, Jawa Tengah: Melalui anak usaha GKU, perusahaan memiliki lahan seluas 104.407 m² yang direncanakan untuk pembangunan villa atau resort. Proses legalitas HGB di wilayah ini diestimasi memakan waktu maksimal 2 tahun.
- Uang Muka Pembelian Lahan: Perusahaan telah menyetorkan uang muka sebesar Rp330,55 miliar kepada pihak ketiga (PT Abdi Nusa Ekapersada) untuk pembebasan lahan seluas 40 hektar di Cilejet yang diharapkan rampung pada akhir 2026.
2. Kinerja Keuangan dan Penjualan
Hingga periode September 2025, terdapat beberapa catatan keuangan yang menarik perhatian:
- Penurunan Pendapatan: Penjualan perusahaan tercatat sebesar Rp8,87 miliar, turun sekitar 20,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini diduga karena menurunnya daya beli masyarakat secara umum.
- Uang Muka Penjualan Tinggi: Sebagian besar kewajiban (liabilitas) perusahaan (sekitar 98,64%) merupakan uang muka penjualan dari pelanggan sebesar Rp26,95 miliar. Nilai ini akan diakui sebagai pendapatan saat serah terima tanah dilakukan sesuai perjanjian.
- Tagihan (Piutang) Menurun: Piutang usaha turun drastis sebesar 96,18% karena sebagian besar sudah dilunasi oleh agen travel online dan bank penerbit kartu kredit.
3. Rencana Proyek Masa Depan
Manajemen NASA telah menyusun tiga rencana besar yang ditargetkan mulai berjalan dalam 24 bulan ke depan:
- Rumah Sakit di Tangerang: Pembangunan rumah sakit oleh anak usaha ALK di atas lahan 10.992 m².
- Kawasan Hunian Cilejet: Proyek pemukiman yang dilengkapi fasilitas komersial, pendidikan, dan olahraga di Bogor.
- Pengembangan Blora: Proyek properti bernuansa alam di Jawa Tengah.
4. Strategi dan Kondisi Operasional
Secara umum, operasional perusahaan dan anak usahanya dilaporkan dalam kondisi baik. Strategi utama ke depan adalah meningkatkan kinerja pemasaran, mempercepat sertifikasi lahan, melakukan efisiensi biaya, serta mencari sumber pendapatan baru.
Hingga saat ini, NASA menyatakan tidak memiliki rencana untuk mengambil pendanaan dari pinjaman bank. Selain itu, tidak ada perkara hukum yang sedang dihadapi maupun rencana aksi korporasi besar dalam 12 bulan ke depan.
Sumber: f-32017315-0_NASA_Tanggapan_atas_Permintaan_Penjelasan_Bursa_32017315_lamp1
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!