Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsight PintarSaham.idKinerja Keuangan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) Kuartal III 2025

Pada sembilan bulan pertama tahun 2025, PT Era Media Sejahtera Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 326.285.602.242, mengalami kenaikan sebesar 19,32% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 273.458.619.203.
    • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 26,71% menjadi Rp 254.815.925.948.
    • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun tipis 1,24% menjadi Rp 71.469.676.294, di mana peningkatan pada aset tetap neto menjadi Rp 66,8 miliar diimbangi oleh penurunan signifikan pada uang muka jangka panjang.
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 100.182.405.598, meningkat sebesar 85,56% dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 53.985.785.525.
    • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 43,16% menjadi Rp 47.031.471.823.
    • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 53.150.933.775, mengalami peningkatan signifikan sebesar 151,47% yang didorong oleh peningkatan utang pihak berelasi.
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 226.103.196.644, yang mencatatkan peningkatan sebesar 3,02% dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 219.472.833.678.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan
    • Total Pendapatan: Pada sembilan bulan pertama (Januari – September) 2025, pendapatan neto perusahaan tercatat sebesar Rp 123.169.660.796, yang mengalami kenaikan sebesar 4,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh lini bisnis periklanan dan konsultasi.
  • Laba Bersih
    • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 6.778.927.605, yang mengalami kenaikan sebesar 30,72% dari tahun sebelumnya (Rp 5.185.871.653), didorong oleh efisiensi pada beban pokok pendapatan.
  • Laba Per Saham (EPS)
    • EPS: Laba per saham dasar perusahaan tercatat sebesar Rp 0,88, menunjukkan kenaikan sebesar 31,34% dibandingkan dengan periode sembilan bulan pertama 2024 yang sebesar Rp 0,67.

Rasio Keuangan (per 30 September 2025)

  • Rasio Likuiditas
    • Current Ratio: 5,42 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
    • Quick Ratio: 2,08 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan uang muka dan biaya dibayar di muka.
  • Rasio Profitabilitas
    • Margin Laba Kotor: 37,54%. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bruto dari pendapatan penjualannya.
    • Margin Laba Bersih: 4,47% (berdasarkan total laba neto periode berjalan).
  • Rasio Efisiensi
    • Return on Assets (ROA): 1,69% (untuk periode 9 bulan, tidak disetahunkan).
    • Return on Equity (ROE): 2,43% (untuk periode 9 bulan, tidak disetahunkan).
  • Rasio Solvabilitas
    • Debt to Equity Ratio (DER): 0,44. Rasio ini menunjukkan tingkat risiko finansial yang cukup terjaga dengan proporsi utang terhadap ekuitas yang masih di bawah 1 kali.

Valuasi Perusahaan (per 5 Jan 2026)

  • Price to Earnings Ratio (PER)
    • PER: Dengan harga saham penutupan 5 Januari 2026 sebesar Rp 318 dan EPS (9 bulan) sebesar Rp 0,88, PER perusahaan tercatat sebesar 361,36x. Nilai ini menunjukkan investor bersedia membayar harga yang sangat tinggi dibandingkan laba yang dihasilkan saat ini.
  • Price to Book Value (PBV)
    • PBV: PBV perusahaan adalah 10,89x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 318 dan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 29,20 (per 30 September 2025). Rasio ini mengindikasikan harga pasar sudah jauh melampaui nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan DOOH pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang sehat (+30,72%) dan posisi likuiditas yang kuat. Namun, dari sisi valuasi (PER dan PBV), saham DOOH saat ini diperdagangkan pada level yang cukup premium. Selalu penting untuk mempertimbangkan faktor pasar dan prospek industri periklanan digital dalam mengambil keputusan investasi.

Kinerja Keuangan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) Kuartal III 2025

Pada sembilan bulan pertama tahun 2025, PT Era Media Sejahtera Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran tentang posisi keuangan dan operasional perusahaan selama periode ini.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

  • Aset
    • Total Aset: Aset perusahaan pada 30 September 2025 tercatat sebesar Rp 326.285.602.242, mengalami kenaikan sebesar 19,32% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 273.458.619.203.
    • Aset Lancar: Aset lancar mengalami kenaikan sebesar 26,71% menjadi Rp 254.815.925.948.
    • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar turun tipis 1,24% menjadi Rp 71.469.676.294, di mana peningkatan pada aset tetap neto menjadi Rp 66,8 miliar diimbangi oleh penurunan signifikan pada uang muka jangka panjang.
  • Liabilitas
    • Total Liabilitas: Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 100.182.405.598, meningkat sebesar 85,56% dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 53.985.785.525.
    • Liabilitas Jangka Pendek: Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 43,16% menjadi Rp 47.031.471.823.
    • Liabilitas Jangka Panjang: Liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 53.150.933.775, mengalami peningkatan signifikan sebesar 151,47% yang didorong oleh peningkatan utang pihak berelasi.
  • Ekuitas
    • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan mencapai Rp 226.103.196.644, yang mencatatkan peningkatan sebesar 3,02% dibandingkan akhir tahun 2024 yang sebesar Rp 219.472.833.678.

Laporan Laba Rugi

  • Pendapatan
    • Total Pendapatan: Pada sembilan bulan pertama (Januari – September) 2025, pendapatan neto perusahaan tercatat sebesar Rp 123.169.660.796, yang mengalami kenaikan sebesar 4,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh lini bisnis periklanan dan konsultasi.
  • Laba Bersih
    • Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 6.778.927.605, yang mengalami kenaikan sebesar 30,72% dari tahun sebelumnya (Rp 5.185.871.653), didorong oleh efisiensi pada beban pokok pendapatan.
  • Laba Per Saham (EPS)
    • EPS: Laba per saham dasar perusahaan tercatat sebesar Rp 0,88, menunjukkan kenaikan sebesar 31,34% dibandingkan dengan periode sembilan bulan pertama 2024 yang sebesar Rp 0,67.

Rasio Keuangan (per 30 September 2025)

  • Rasio Likuiditas
    • Current Ratio: 5,42 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancarnya.
    • Quick Ratio: 2,08 kali. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan uang muka dan biaya dibayar di muka.
  • Rasio Profitabilitas
    • Margin Laba Kotor: 37,54%. Rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bruto dari pendapatan penjualannya.
    • Margin Laba Bersih: 4,47% (berdasarkan total laba neto periode berjalan).
  • Rasio Efisiensi
    • Return on Assets (ROA): 1,69% (untuk periode 9 bulan, tidak disetahunkan).
    • Return on Equity (ROE): 2,43% (untuk periode 9 bulan, tidak disetahunkan).
  • Rasio Solvabilitas
    • Debt to Equity Ratio (DER): 0,44. Rasio ini menunjukkan tingkat risiko finansial yang cukup terjaga dengan proporsi utang terhadap ekuitas yang masih di bawah 1 kali.

Valuasi Perusahaan (per 5 Jan 2026)

  • Price to Earnings Ratio (PER)
    • PER: Dengan harga saham penutupan 5 Januari 2026 sebesar Rp 318 dan EPS (9 bulan) sebesar Rp 0,88, PER perusahaan tercatat sebesar 361,36x. Nilai ini menunjukkan investor bersedia membayar harga yang sangat tinggi dibandingkan laba yang dihasilkan saat ini.
  • Price to Book Value (PBV)
    • PBV: PBV perusahaan adalah 10,89x, yang dihitung berdasarkan harga penutupan saham Rp 318 dan nilai buku per saham (BVPS) sebesar Rp 29,20 (per 30 September 2025). Rasio ini mengindikasikan harga pasar sudah jauh melampaui nilai buku perusahaan.

Kesimpulan

Analisis ini memberikan gambaran umum tentang kinerja keuangan DOOH pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang sehat (+30,72%) dan posisi likuiditas yang kuat. Namun, dari sisi valuasi (PER dan PBV), saham DOOH saat ini diperdagangkan pada level yang cukup premium. Selalu penting untuk mempertimbangkan faktor pasar dan prospek industri periklanan digital dalam mengambil keputusan investasi.

Laba DOOH melesat 30,72%, tapi valuasinya sudah mencapai PER 361x! Apakah ini saat yang tepat untuk masuk atau justru sinyal waspada?

Jangan menebak-nebak arah pasar. Dapatkan analisis mendalam mengenai saham-saham dengan valuasi premium dan prospek industri periklanan digital secara eksklusif.

  • Gabung Membership PintarSaham Sekarang
  • Dapatkan akses ke stock picking dan rekomendasi saham setiap hari

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here