Manajemen menyampaikan integrasi BUMN Karya masih dalam evaluasi Danantara sehingga dampaknya ke perusahaan belum bisa dipastikan sebelum skema final dirilis. Target integrasi disebut mengarah ke akhir 2026, sehingga perusahaan memilih fokus pada eksekusi operasional sambil menunggu kepastian kebijakan.
Perusahaan menegaskan tetap ikut tender proyek IKN dan menargetkan kontrak baru sekitar ±Rp100 miliar. Target ini berasal dari paket pekerjaan senilai Rp4–5 triliun yang sedang dibuka.
Dari sisi pendapatan, kontributor terbesar disebut berasal dari segmen precast, readymix, dan konstruksi. Proyek Container Yard Batam dipaparkan sebagai kontributor utama kinerja 2025.
Manajemen menekankan tidak ada rencana penambahan pinjaman baru untuk kebutuhan modal kerja. Pemenuhan modal kerja diarahkan dari percepatan penagihan piutang, pemanfaatan uang muka proyek, serta peningkatan kolektabilitas.
Restrukturisasi disebut terus berjalan dengan beberapa progress utama, termasuk konversi utang vendor di atas Rp1,5 triliun, OWC Rp1,85 triliun, serta pembayaran CFADS Rp542 miliar. Target NKB 2026 dipatok sekitar Rp2,6 triliun dengan fokus proyek konektivitas, pendidikan, dan pasokan kebutuhan ke IKN.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


