Manajemen menyampaikan perusahaan sedang melakukan due diligence terhadap 2–3 calon investasi baru yang dinilai prospektif sebagai penggerak pertumbuhan aset dan pendapatan. Detail belum dapat diungkap karena proses masih berjalan dan menunggu tahapan final.
Terkait pemulihan kepercayaan publik atas isu penipuan, manajemen menempuh dua langkah utama yakni melapor ke kepolisian serta membuka informasi resmi. Klarifikasi juga dilakukan langsung kepada korban melalui website dan pertemuan untuk memastikan transparansi.
Perusahaan menegaskan rights issue tetap akan dilaksanakan dan ditargetkan direalisasikan pada 2026 sesuai roadmap. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari penguatan struktur permodalan untuk mendukung strategi berikutnya.
Ke depan, strategi diarahkan untuk mentransformasi perusahaan menjadi investment/holding company dengan anak usaha di berbagai sektor non-batubara. Manajemen menekankan diversifikasi sektor sebagai fokus utama agar sumber pendapatan lebih seimbang.
Masuknya PT Delta Wibawa Bersama sebagai pemegang saham dan mitra strategis dinilai memperkuat daya ungkit perusahaan. Manajemen menyebut kesamaan visi dan dukungan penuh terhadap keputusan manajemen sebagai faktor yang menguatkan eksekusi strategi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!