Emiten telekomunikasi PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo mengumumkan rencana besar untuk melakukan penggabungan usaha dengan penyedia jasa internet PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic. Langkah strategis ini akan menjadikan MORA sebagai perusahaan yang menerima penggabungan dan tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia.
Rasio Konversi Saham dan Dilusi
Investor perlu memperhatikan adanya perubahan struktur kepemilikan setelah merger:
- Rasio Konversi: Setiap 1 saham EMR akan ditukar dengan 7.703,807548 saham baru MORA.
- Efek Dilusi: Pemegang saham lama MORA akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) sebesar 50,50%.
- Perubahan Nama: Setelah efektif, MORA berencana mengubah nama perusahaan menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Jadwal Penting Merger (Estimasi 2026)
Proses ini masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB):
- RUPSLB MORA & EMR: 25 Maret 2026.
- Tanggal Efektif Penggabungan: 22 April 2026.
- Pencatatan & Perdagangan Saham Baru di BEI: 23 April 2026.
Hak Bagi Pemegang Saham yang Tidak Setuju
Jika Anda adalah pemegang saham MORA yang tidak menyetujui rencana merger ini dalam RUPSLB, Anda berhak meminta perusahaan untuk membeli kembali (buyback) saham Anda:
- Harga Buyback: Rp432 per saham.
- Syarat: Nama tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 26 Februari 2026, hadir dalam RUPSLB, dan memberikan suara menentang.
Perubahan Pengendali Perusahaan
Merger ini akan mengubah peta pengendalian perusahaan. Setelah penggabungan efektif, PT Innovate Mas Utama (IMU) akan menjadi pemegang saham pengendali baru di MORA dengan kepemilikan sekitar 48,36%. Adapun pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) adalah Bapak Franky Oesman Widjaja dan Ibu Farida Bau.
Alasan Strategis dan Manfaat Merger
Manajemen kedua perusahaan melihat merger ini sebagai langkah penguatan daya saing karena:
- Sinergi Jaringan: Menggabungkan infrastruktur backbone luas milik MORA dengan jaringan Fiber to the Home (FTTH) milik MyRepublic yang memiliki basis pelanggan ritel besar.
- Efisiensi Biaya: Optimalisasi biaya operasional dan menghindari duplikasi pembangunan infrastruktur di masa depan.
- Posisi Pasar: Menargetkan menjadi penyedia layanan internet dengan cakupan homepass dan basis pelanggan terbesar kedua di Indonesia.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!