PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) memberikan penjelasan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue, serta kendala penyampaian laporan keuangan perseroan.
Dalam surat bertanggal 16 Desember 2025, Direktur Utama TECH, Maulana Ridha, menyampaikan beberapa fakta material yang perlu dicermati oleh para pemegang saham dan investor. Berikut rangkumannya:
1. Tegaskan Putus Hubungan dengan Manajemen Lama
Manajemen TECH saat ini menegaskan bahwa mereka adalah kepengurusan baru yang sama sekali tidak terafiliasi dengan pengurus lama, khususnya Sean William Henley. Sebagai informasi, Sean William Henley saat ini tengah menjalani pidana penjara berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.
2. Kendala Data dan Dokumen Keuangan
Akibat tidak adanya hubungan dengan manajemen terdahulu, pengurus saat ini tidak memegang kelengkapan dokumen, data, atau catatan terkait pengelolaan perseroan di masa lalu. Saat ini, data yang dimiliki manajemen hanya terbatas pada informasi kewajiban dan sanksi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Rights Issue Sebagai Langkah Perbaikan
Rencana Rights Issue yang telah diungkapkan sebelumnya merupakan langkah strategis manajemen baru untuk memenuhi kewajiban dan menyelesaikan sanksi-sanksi yang menjerat perseroan.
4. Agenda RUPSLB 18 Desember 2025
TECH memohon persetujuan OJK untuk tetap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Desember 2025. Agenda rapat ini sangat krusial, yakni:
- Memenuhi syarat Rights Issue sesuai POJK.
- Menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit Laporan Keuangan tahun buku 2025 serta tahun-tahun sebelumnya yang belum diaudit.
Manajemen TECH berkomitmen jika izin RUPS ini diberikan, mereka akan segera melengkapi seluruh dokumen pernyataan pendaftaran, termasuk laporan keuangan yang telah diaudit sesuai aturan yang berlaku.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!