Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightAset Susut dan Liabilitas Membengkak, Begini Penjelasan Manajemen Teknologi Karya Digital Nusa

Aset Susut dan Liabilitas Membengkak, Begini Penjelasan Manajemen Teknologi Karya Digital Nusa

Manajemen PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (Perseroan) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait fluktuasi signifikan pada laporan keuangan per kuartal III-2025. 

Total aset Perseroan tercatat turun 6,05% menjadi Rp266,09 miliar per 30 September 2025 dibandingkan posisi akhir 2024. Manajemen menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh depresiasi serta penghapusan aset tidak berwujud, khususnya software yang dianggap sudah usang. Nilai aset tidak berwujud sendiri merosot drastis dari Rp81,30 miliar menjadi Rp51,39 miliar.

Selain itu, pos persediaan juga mengalami penurunan signifikan menjadi Rp21,51 miliar, yang diklaim manajemen terjadi karena realisasi penjualan barang selama tahun 2025.

Di sisi kewajiban, Perseroan mencatatkan kenaikan total liabilitas sebesar 22,76% atau setara Rp14,44 miliar. Kenaikan ini utamanya dipicu oleh membengkaknya utang usaha pihak ketiga dan utang pajak. Utang pajak tercatat naik signifikan menjadi Rp11,36 miliar, yang berasal dari PPh 21, PPh 23, PPh final, dan PPh 29 yang belum diselesaikan pembayarannya oleh Perseroan.

Menghadapi kewajiban utang bank jangka pendek sebesar Rp19,82 miliar dan jangka panjang Rp16,13 miliar, manajemen menegaskan akan menggunakan sumber dana dari aktivitas operasional. Strategi yang disiapkan meliputi:

  • Mengoptimalkan arus kas dan mempercepat penagihan piutang usaha.
  • Melakukan pengelolaan persediaan yang lebih efisien.
  • Mengatur jadwal pembayaran ke pemasok untuk menjaga modal kerja.

Untuk mendongkrak pendapatan, Perseroan tidak hanya fokus pada bisnis inti dan ekspansi layanan transportasi (Transjakarta & angkutan kota), tetapi juga berencana merambah bisnis baru yakni Renewable Energy Solution (RES).

Terkait potensi pendanaan ekuitas baru (penerbitan saham), manajemen menyatakan sedang melakukan kajian dan evaluasi opsi pendanaan. Namun, hingga saat ini belum ada rencana pasti atau mengikat terkait penerbitan saham baru untuk 12 bulan ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here