Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamGenjot Efisiensi dan Rilis Produk Baru, Perma Plasindo (BINO) Pasang Target Balikkan...

Genjot Efisiensi dan Rilis Produk Baru, Perma Plasindo (BINO) Pasang Target Balikkan Kerugian

PT Perma Plasindo Tbk (BINO), emiten produsen alat tulis merek Bantex, tengah menjalankan strategi agresif untuk memulihkan kinerja keuangan dan membalikkan posisi rugi usaha menjadi laba. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BINO memaparkan langkah-langkah strategis mulai dari restrukturisasi entitas anak hingga rencana pemenuhan ketentuan saham publik (free float).

Demi efisiensi, BINO mengambil langkah tegas dengan membubarkan dua entitas anaknya, yaitu PT APLI dan PT Anugraha Karsa Solusi (AKSI).

  • Alasan: Volume penjualan kedua entitas tersebut sangat kecil. Bisnis stationery PT APLI dinilai tumpang tindih dengan PT Bino Mitra Sejati, sementara produk lem industri PT AKSI tidak sejalan dengan bisnis inti perseroan.
  • Dampak: Manajemen memastikan tidak ada dampak keuangan signifikan. Operasional PT APLI akan digabungkan ke dalam PT Bino Mitra Sejati untuk menghemat sumber daya.

Hingga kuartal III-2025, BINO masih membukukan rugi usaha. Untuk mengejar profitabilitas di masa mendatang, perseroan menyiapkan strategi kunci:

  • Fokus B2B: Memperkuat kanal penjualan Business-to-Business (B2B) dan pelanggan korporasi yang memiliki volume pembelian lebih stabil.
  • Efisiensi Produksi: Mengganti mesin-mesin tua dengan peralatan baru yang lebih efisien guna menekan biaya perawatan dan mengurangi lembur (overtime).
  • Pemasok Baru: Bekerja sama dengan pemasok baru yang menawarkan harga bahan baku lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas.
  • Produk Baru: Meluncurkan produk kategori sekolah (mewarnai, buku tulis) di 2025 dan perlengkapan pengarsipan kantor berbahan PP di 2026.

Terkait kewajiban batas minimal saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5%, pemegang saham pengendali BINO berkomitmen untuk memenuhinya sebelum batas waktu yang ditentukan regulator.

  • Target Waktu: Penyelesaian direncanakan sebelum Agustus 2026.
  • Opsi Aksi Korporasi: Manajemen tengah mendiskusikan opsi seperti rights issue, private placement, atau penjualan blok saham (block sale), dengan bantuan bank investasi lokal.

Meskipun mencatat rugi, kondisi kas BINO diklaim masih aman untuk operasional.

  • Posisi Kas: Per 30 September 2025, kas perseroan tercatat sebesar Rp10,47 miliar. Manajemen meyakini tidak akan terjadi mismatch dalam pembayaran kewajiban jangka pendek.
  • Manajemen Utang: Perseroan mulai mengalihkan fasilitas pinjaman bank ke pinjaman pemegang saham yang memiliki bunga lebih rendah dan struktur lebih fleksibel untuk mengurangi beban keuangan.
  • Siklus Kas: Rata-rata hari penagihan piutang (AR days) berada di kisaran 70-75 hari, sementara perputaran persediaan (inventory days) di 65-70 hari.

Terkait penggunaan dana hasil penawaran umum, rencana pembelian tanah di Klaten masih terkendala proses administrasi. Proses balik nama sertifikat tanah terhambat karena pemilik sebelumnya telah meninggal dunia dan adanya masalah perijinan di BPN terkait status tanah. Hingga kini, tanah tersebut belum dibangun.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here