Emiten pelayaran logistik, PT GTS Internasional Tbk (GTSI), mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Perseroan resmi menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada tanggal 1 Desember 2025.
Bagi Anda para investor, berikut adalah poin-poin krusial dari kesepakatan tersebut yang perlu dicermati:
1. Dua Jenis Fasilitas Kredit Jumbo
GTSI mendapatkan dua fasilitas pendanaan sekaligus dari BNI dengan rincian sebagai berikut:
- Kredit Investasi (Refinancing): Plafon maksimal sebesar Rp 365 miliar.
- Fasilitas Non-Cash Loan (Standby L/C): Plafon maksimal sebesar US$ 50 juta (sekitar Rp 790 miliar dengan asumsi kurs berjalan).
2. Tujuan Penggunaan Dana
Manajemen GTSI menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk dua tujuan utama yang mendukung operasional bisnis:
- Refinancing Kapal: Fasilitas Rupiah akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) kapal LNG Carrier Danaputri 1 buatan tahun 2006 milik Perseroan.
- Jaminan Operasional: Fasilitas Dolar AS digunakan untuk penerbitan SBLC atau Demand Guarantee. Ini berfungsi sebagai jaminan pembayaran kepada pemasok (supplier) untuk pengadaan bahan baku Perseroan dan anak usaha.
3. Bunga dan Tenor
Untuk fasilitas refinancing kapal, GTSI mendapatkan tenor selama 60 bulan (5 tahun) termasuk masa tenggang (grace period) 6 bulan. Suku bunga yang dikenakan cukup kompetitif di level 8%. Sementara itu, fasilitas Standby L/C memiliki tenor 12 bulan.
4. Dampak bagi Kinerja Perseroan
Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Material karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas perusahaan. Manajemen GTSI menegaskan bahwa masuknya fasilitas ini akan memperkuat modal kerja dan kemampuan likuiditas perusahaan. Hal ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan kinerja operasional dan kondisi keuangan GTSI ke depan.
Perlu dicatat bahwa transaksi ini murni bisnis antara debitur dan kreditur, di mana GTSI dan Bank BNI tidak memiliki hubungan afiliasi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!