Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Terang Dunia Internusa Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.246.328.087.242, mengalami kenaikan 1,51% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.227.823.329.650.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 1,99% menjadi Rp 1.041.248.040.318, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada persediaan neto dari Rp 593,8 miliar menjadi Rp 558,8 miliar dan penurunan piutang usaha pihak ketiga.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 205.080.046.924, naik 23,99%, didorong oleh peningkatan aset tetap neto serta adanya taksiran tagihan restitusi pajak penghasilan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 661.933.609.051, naik 10,32% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 584.996.987.898, meningkat 16,90%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek yang signifikan dari Rp 404,3 miliar menjadi Rp 486,5 miliar.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 76.936.621.153, dengan penurunan 22,73%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang dimana perusahaan melunasi sebagian utang bank jangka panjangnya.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 584.394.478.191, menurun 6,92% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh adanya pembagian dividen tunai sebesar Rp 33,3 miliar serta kerugian komprehensif periode berjalan.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 346.792.025.171, menurun 20,57% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 436.593.468.911. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan kepada pihak ketiga, baik pelanggan dalam negeri maupun luar negeri, meskipun penjualan kepada pihak berelasi mengalami sedikit peningkatan.
Laba Bersih Laba (rugi) periode berjalan mencapai rugi bersih sebesar Rp 10.563.692.001, menurun tajam dibandingkan laba bersih Rp 18.670.121.440 pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan penjualan yang signifikan serta peningkatan beban penjualan dan pemasaran, dan kenaikan biaya keuangan, meskipun beban pokok penjualan berhasil ditekan.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar -1,58 Rupiah, mencerminkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan EPS positif sebesar 2,90 Rupiah, sejalan dengan posisi bottom line perusahaan yang berbalik menjadi rugi.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,78x, menunjukkan kemampuan perusahaan masih cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,82x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar, mengingat porsi persediaan yang cukup besar dalam aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 23,90%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan meskipun pendapatan menurun.
- Margin Laba Bersih: -3,05%, mencerminkan tingkat profitabilitas yang negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional, keuangan, dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -0,85%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih yang saat ini berada di posisi negatif.
- Return on Equity (ROE): -1,81%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang tergerus akibat kerugian periode berjalan.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 1,13x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dimana total utang sedikit melebihi total ekuitas, mengindikasikan tingkat leverage yang perlu diperhatikan.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 101 per 28 November 2025, PER tercatat negatif (karena EPS negatif), mengindikasikan perusahaan sedang dalam kondisi merugi pada periode ini sehingga rasio PER tidak dapat dibandingkan secara apple-to-apple dengan perusahaan yang laba.
Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 87,66, PBV perusahaan berada di level 1,15x, mencerminkan pasar masih memberikan harga premium tipis di atas nilai buku ekuitasnya meskipun kinerja sedang menurun.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Terang Dunia Internusa Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan yang signifikan, terutama terlihat dari penurunan pendapatan sebesar 20,57% dan berbaliknya posisi laba menjadi rugi bersih. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan dari pihak ketiga dan peningkatan beban operasional serta keuangan.
Meskipun rasio likuiditas (Current Ratio) masih terjaga di level yang aman, peningkatan liabilitas jangka pendek dan arus kas operasi yang positif namun kecil perlu menjadi perhatian. Investor perlu memperhatikan strategi manajemen dalam memulihkan volume penjualan, efisiensi beban pemasaran yang meningkat tajam, serta pengelolaan utang bank yang meningkat untuk memperbaiki kinerja pada kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!