Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Maja Agung Latexindo Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 389,32 miliar, mengalami penurunan 2,33% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 398,62 miliar.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 4,18% menjadi Rp 201,50 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada piutang usaha pihak ketiga dan persediaan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 187,82 miliar, turun 0,26%, yang relatif stabil dibandingkan akhir tahun 2024.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 51,24 miliar, turun 7,59% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 45,64 miliar, menurun 9,61%, terutama disebabkan oleh penurunan uang muka penjualan dan utang usaha.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 5,60 miliar, dengan kenaikan 12,96%, mencerminkan kenaikan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 338,08 miliar, turun 1,48% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh kerugian bersih yang menggerus saldo laba.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 113,05 miliar, naik 49,24% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 75,75 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan segmen sarung tangan yang signifikan.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 5,44 miliar, berbalik turun signifikan dari laba sebesar Rp 715 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh lonjakan beban pokok penjualan, khususnya biaya bahan baku yang meningkat tajam melebihi pertumbuhan penjualan.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar -Rp 0,86, mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat laba Rp 0,11, sejalan dengan kerugian bersih yang dialami perusahaan.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 4,42x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 3,15x, mengindikasikan likuiditas yang tetap longgar bahkan dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 3,72%, menunjukkan tekanan yang berat pada efisiensi produksi dibandingkan periode sebelumnya.
- Margin Laba Bersih: -4,81%, mencerminkan perusahaan mengalami kerugian operasional setelah dikurangi seluruh beban.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -1,40%, menilai penurunan efektivitas pemanfaatan aset karena perusahaan mencatatkan rugi bersih.
- Return on Equity (ROE): -1,61%, menggambarkan imbal hasil negatif bagi pemegang saham akibat kerugian periode berjalan.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,15x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan sangat sehat dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 100 per 27 November 2025, PER tercatat negatif (sekitar -86,9x jika disetahunkan), mengindikasikan perusahaan sedang dalam posisi merugi sehingga rasio ini tidak dapat dijadikan acuan valuasi standar.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 53,37, PBV perusahaan berada di level 1,87x, mencerminkan harga pasar saat ini diperdagangkan di atas nilai bukunya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Maja Agung Latexindo Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya tantangan profitabilitas meskipun pendapatan tumbuh impresif sebesar 49%. Pertumbuhan top-line ini menunjukkan permintaan produk yang kuat, namun tergerus oleh lonjakan biaya bahan baku yang menekan margin hingga menyebabkan kerugian bersih.
Secara neraca, SURI memiliki posisi yang sangat kuat dengan utang yang minim (DER 0,15x) dan likuiditas yang melimpah. Investor perlu memperhatikan kemampuan manajemen dalam mengendalikan efisiensi biaya produksi dan memitigasi risiko hukum terkait tuntutan mantan karyawan yang sedang berjalan, karena hal ini dapat mempengaruhi arus kas dan kinerja di kuartal selanjutnya.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!