Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPerbaikan Kinerja, Ebitda WMPP Hingga Q3-2025 Tercatat Positif Rp 5,6 Miliar

Perbaikan Kinerja, Ebitda WMPP Hingga Q3-2025 Tercatat Positif Rp 5,6 Miliar

Jakarta, 31 Oktober 2025 – Perusahaan consumer goods and agricultural commodities nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP), sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 berhasil meraup pendapatan sebesar Rp697,6 miliar secara konsolidasi. Jumlah ini naik 87,2% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp372,5 miliar.

Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling banyak disumbang oleh lini bisnis peternakan unggas (poultry) sebesar 72,1%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat & processing) sebesar 22,2%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 3,6%, dan komoditas pertanian (commodity) sebesar 2,1%. Dari segi EBITDA, Perseroan juga sudah membukukan EBITDA positif pada periode ini yaitu Rp5,6 miliar, membaik dari periode sama tahun sebelumnya yang masih mencatat EBITDA negatif Rp87,8 miliar.

“EBITDA yang tercatat positif menunjukkan kinerja Perseroan mulai mengalami perbaikan meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini ditopang oleh peningkatan bisnis poultry, khususnya segmen penjualan karkas. Peningkatan tersebut adalah hasil dari strategi efisiensi dan penguatan lini bisnis utama, diiringi dengan pemanfaatan momentum positif dari kebijakan pemerintah di sektor pangan dan protein hewani melalui program Makan Bergizi Gratis,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.

Meski masih mencatat kerugian, Perseroan juga telah berhasil menekan rugi bersihnya menjadi Rp173,6 miliar hingga Q3-2025, atau turun 44% dibanding rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp310,7 miliar.

Ke depan, Perusahaan akan berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan menjalankan sejumlah rencana strategis. Selain terus melakukan efisiensi di sejumlah titik, Perseroan akan fokus meningkatkan aktivitas operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan yang ditargetkan dapat meningkatkan volume penjualan, terutama pada bisnis cattle dan poultry. Untuk itu, Perseroan berupaya mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak produktif untuk mendorong percepatan pertumbuhan Perseroan.

Saat ini, Perusahaan juga sedang dalam status pasca-homologasi setelah memperoleh putusan pengesahan (homologasi) dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas Perjanjian Perdamaian dalam perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang No. 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst pada 8 September 2025. Sehingga, ke depannya Perusahaan terus berupaya menyelesaikan kewajiban kepada kreditur Perseroan sesuai dengan skema yang sudah ditetapkan dalam Perjanjian Perdamaian.

“Putusan PKPU ini juga memberi ruang bagi Perusahaan untuk mengatur kembali arus kasnya sambil mengumpulkan kembali modal kerja dari pertumbuhan EBITDA. Selain itu, kami juga mencari tambahan modal kerja dari investor baru baik berupa cash ataupun non-cash facility untuk meningkatkan utilisasi sehingga mendorong pendapatan Perusahaan,” jelas Tumiyono.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here