Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightBanting Setir ke Bisnis Tambang & Logistik, PGJO Minta Restu Utang Rp...

Banting Setir ke Bisnis Tambang & Logistik, PGJO Minta Restu Utang Rp 360 Miliar dari Pengendali

Jakarta, 18 November 2025 – PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) mengumumkan rencana perombakan besar-besaran dalam model bisnisnya. Emiten yang sebelumnya bergerak di bidang teknologi informasi dan penyedia jasa digital travel marketplace ini , berencana banting setir menjadi perusahaan induk (holding).

Fokus investasi perusahaan ke depannya akan diarahkan pada anak-anak usaha yang bergerak di sektor logistik dan pertambangan. Manajemen PGJO menyatakan langkah ini diambil karena melihat adanya peluang dan prospek pertumbuhan yang positif di kedua sektor tersebut. Tujuannya adalah untuk memperluas sumber pendapatan dan memperkuat posisi perseroan.

Untuk memuluskan rencana ini, PGJO akan meminta persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 24 Desember 2025.

Berikut adalah tiga agenda utama yang akan dimintakan persetujuan:

1. Rencana Pinjaman Jumbo Rp 360 Miliar

Untuk mendanai kegiatan usaha baru di sektor logistik dan pertambangan , PGJO berencana untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari pemegang saham pengendalinya, PT Batu Investasi Indonesia (BII).

Nilai pinjaman yang akan ditarik tidak main-main, yakni mencapai Rp360.000.000.000 (tiga ratus enam puluh miliar Rupiah). Pinjaman ini merupakan transaksi afiliasi , mengingat BII menguasai 61,96% saham PGJO.

Manajemen PGJO menjelaskan, pinjaman dari pihak terafiliasi ini dipilih karena struktur pinjaman yang dinilai menguntungkan, antara lain:

  • Jangka waktu panjang: Pinjaman akan jatuh tempo dalam 8 (delapan) tahun setelah tanggal pencairan.
  • Bunga relatif rendah: Bunga ditetapkan sebesar 7% (tujuh persen) per tahun.

Struktur ini diharapkan memberi keleluasaan bagi perseroan untuk mengelola arus kas seiring berjalannya kegiatan usaha baru.

2. Belanja Aset Ratusan Miliar Rupiah oleh Anak Usaha

Dana segar dari pinjaman tersebut akan langsung digunakan untuk modal kerja dan belanja aset oleh anak-anak perusahaan PGJO , khususnya PT Samudera Sejahtera Shipping (SSS) dan PT Panca Pertiwi Tambang (PPT).

Rencana belanja aset tersebut mencakup:

  • Pembelian Kapal: SSS akan membeli tugboat (kapal tunda) dan tongkang dari PT Lestari Osean Indonesia. Nilai pembelian ini mencapai SGD 10.000.000 (sepuluh juta Dolar Singapura).
  • Pembelian Alat Berat: PPT akan membeli peralatan pertambangan dari PT Sany Heavy Industry Indonesia. Nilai pembelian ini sebesar Rp188.125.000.000 (seratus delapan puluh delapan miliar seratus dua puluh lima juta Rupiah).

Jika digabungkan (dengan asumsi kurs Rp12.789/SGD), total nilai belanja aset oleh kedua anak usaha ini mencapai sekitar Rp 316 miliar.

3. Dampak ke Laporan Keuangan

Rangkaian aksi korporasi ini akan mengubah secara drastis neraca keuangan PGJO. Berdasarkan laporan proforma per 31 Juli 2025, eksekusi rencana ini akan membuat:

  • Total Aset melonjak dari Rp 2,71 miliar menjadi Rp 362,71 miliar. Ini didorong oleh peningkatan aset tetap (dari pembelian alat berat dan kapal) serta kas.
  • Total Liabilitas (utang) juga akan melonjak dari Rp 2,21 miliar menjadi Rp 362,21 miliar. Kenaikan ini utamanya berasal dari pencatatan “Utang pemegang saham jangka panjang” sebesar Rp 360 miliar.

Meski utang bertambah, Perseroan meyakini bahwa perubahan kegiatan usaha dan rencana transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan laba rugi konsolidasi PGJO di masa mendatang.

Penilaian Independen: Layak dan Wajar

Untuk memastikan transparansi dan kewajaran, PGJO telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto dan Rekan (K&R) sebagai penilai independen.

Hasil penilaian K&R menyimpulkan bahwa:

  1. Rencana perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk di sektor logistik dan pertambangan dinilai “Layak” dari berbagai aspek, termasuk pasar, teknis, dan keuangan.
  2. Rencana Transaksi Pinjaman dari BII dan Transaksi Pembelian Aset oleh anak usaha dinilai “Wajar”.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here