Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Victoria Investama Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 35.571.546.925.000, mengalami kenaikan 2,39% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 34.739.267.719.000.
Liabilitas Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 29.921.830.583.000, naik 5,81% dibandingkan akhir tahun lalu.
Ekuitas Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 5.649.716.342.000, naik 10,46% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan laba ditahan (dari Rp 974,5 miliar menjadi Rp 1.442,6 miliar).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp 852.532.636.000, naik 2,02% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 835.653.960.000.
Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 451.571.530.000, naik 701,2% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56.363.619.000. Perubahan ini terutama disebabkan oleh adanya keuntungan dari pelepasan entitas anak sebesar Rp 441,9 miliar pada tahun 2025.
Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 29,68, mencerminkan kenaikan 702,2% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 49,55%
- Margin Laba Bersih: 52,97%
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 1,69%
- Return on Equity (ROE): 10,66%
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 5,30x
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 184 per 14 November 2025, PER (annualized) tercatat 4,65x, mengindikasikan valuasi undervalued terhadap sektor sejenis.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 249,03, PBV perusahaan berada di level 0,74x, mencerminkan valuasi di bawah nilai buku ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan VICO selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan, meskipun sebagian besar didorong oleh pendapatan non-operasional berupa keuntungan atas divestasi PT Bank Victoria Syariah dan PT Sumber Daya Sakti. Pertumbuhan pendapatan usaha yang moderat menunjukkan stabilitas operasional.
Dari sisi valuasi, saham VICO diperdagangkan di bawah nilai bukunya (PBV 0,74x) dan dengan rasio PER yang rendah, yang sebagian mungkin dipengaruhi oleh sifat one-off dari laba bersih yang tinggi. Investor perlu memperhatikan tingkat leverage perusahaan yang tinggi (DER 5,30x) yang mencerminkan struktur pendanaan yang bergantung pada utang.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!