Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 22.699.069.678 (ribu), mengalami kenaikan 3,09% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 22.019.031.433 (ribu).
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 21,91% menjadi Rp 3.452.600.552 (ribu), terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada persediaan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 19.246.469.126 (ribu), naik 0,31%.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 11.351.792.326 (ribu), naik 6,26% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 3.982.105.365 (ribu), meningkat 7,50%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada Liabilitas Kontrak.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 7.369.686.961 (ribu), dengan kenaikan 5,60%, mencerminkan perubahan pada utang bank jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 11.347.277.352 (ribu), naik 0,10% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh laba periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.657.636.593 (ribu), turun 34,30% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.523.103.020 (ribu). Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya penjualan dari segmen real estat, khususnya penjualan rumah dan ruko.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 7.967.110 (ribu), turun 36,82% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12.611.139 (ribu). Perubahan ini disebabkan oleh penurunan tajam pada pendapatan, meskipun terdapat efisiensi pada beban bunga dan keuangan lainnya.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 0,41, mencerminkan penurunan 35,94% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,87x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,45x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 52,59%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 0,67%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,07%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,09%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,00x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 162 per 14 November 2025, PER (annualized) tercatat 294,55x, mengindikasikan valuasi premium yang disebabkan oleh tipisnya laba bersih yang dihasilkan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 577,49, PBV perusahaan berada di level 0,28x, mencerminkan valuasi pasar yang berada jauh di bawah nilai ekuitas perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ASRI selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan berat, terutama dari sisi operasional. Penurunan pendapatan yang tajam dari penjualan real estat berdampak langsung pada anjloknya laba bersih, meskipun margin kotor relatif terjaga.

Investor perlu memperhatikan kondisi likuiditas perusahaan yang ketat, di mana liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar (Current Ratio 0,87x). Sementara itu, valuasi PBV yang sangat rendah (0,28x) mengindikasikan sentimen pasar yang negatif, namun bisa juga dilihat sebagai deep value oleh sebagian investor jika perusahaan mampu membalikkan kinerjanya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here