Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 20.362.362 juta, mengalami penurunan 3,25% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 21.046.352 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar menurun 6,73% menjadi Rp 4.387.021 juta, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan piutang usaha (khususnya dari pihak berelasi).
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 15.975.341 juta, turun 2,25%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap seiring depresiasi dan penurunan tagihan pengembalian pajak.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 7.342.040 juta, turun 9,72% dibandingkan akhir tahun lalu.
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 4.155.651 juta, menurun 6,92%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan utang usaha (khususnya kepada pihak berelasi).
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 3.186.389 juta, dengan penurunan 13,11%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang melalui pembayaran pinjaman bank jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 13.020.322 juta, naik 0,82% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh laba bersih periode berjalan yang lebih besar dari pembagian dividen.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 7.878.869 juta, turun 9,90% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8.744.663 juta. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan penjualan pada segmen semen dan beton siap pakai.
Laba Bersih
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 474.524 juta, naik 12,30% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh efisiensi operasional, dimana beban pokok pendapatan turun 12,8%, serta penurunan signifikan pada beban keuangan sebesar 32,5%.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat sebesar Rp 53, mencerminkan kenaikan 12,77% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,06x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,73x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 22,21%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: 6,02%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): 3,05% (annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): 4,88% (annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,56x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 775 per 12 November 2025, PER tercatat 10,97x (annualized), mengindikasikan valuasi yang wajar di sektornya.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.443,60 [calculation based on source 109, 2494], PBV perusahaan berada di level 0,54x, mencerminkan valuasi saham yang berada di bawah nilai bukunya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan resiliensi operasional. Meskipun menghadapi penurunan pendapatan sebesar 9,9% YoY, perusahaan berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 12,3%.
Pertumbuhan laba ini didorong oleh efisiensi biaya produksi yang signifikan, dimana beban pokok pendapatan turun lebih dalam (12,8%) dibandingkan penurunan pendapatan, serta keberhasilan menekan beban keuangan (turun 32,5%). Dari sisi neraca, perusahaan juga memperkuat struktur modalnya dengan mengurangi total liabilitas sebesar 9,7%, terutama dari pembayaran utang bank.
Namun, investor perlu memperhatikan posisi likuiditas yang cukup ketat, dengan Current Ratio di level 1,06x. Laporan keuangan juga mencatat bahwa perusahaan akan melanggar rasio lancar dalam financial covenants pinjamannya jika dinilai per 30 September 2025.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!