Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang memberikan gambaran posisi fundamental dan arah strategi operasional bank. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci perbankan, hingga valuasi pasar saham.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 259.507.478 juta, mengalami kenaikan 7,09% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 242.334.540 juta). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan pada portofolio surat berharga.
- Kredit yang Diberikan: Posisi kredit bersih (termasuk pinjaman, pembiayaan konsumen, dan sewa pembiayaan) mencapai Rp 185.744.809 juta, naik 5,13% dari akhir tahun 2024 (Rp 176.684.189 juta), menunjukkan ekspansi dalam penyaluran pinjaman.
- Surat Berharga (Efek-efek): Nilai surat berharga (termasuk Efek-efek dan Obligasi Pemerintah) tercatat Rp 37.633.977 juta, naik 19,88% dari akhir 2024 (Rp 31.392.879 juta).
- Penempatan pada BI & Bank Lain: Tercatat Rp 13.923.310 juta, naik 11,66%.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Mencapai Rp 205.586.882 juta, naik 7,91% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 190.508.983 juta).
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Simpanan nasabah (Giro, Tabungan, Deposito) tercatat Rp 167.712.160 juta, naik 11,39% dari akhir 2024 (Rp 150.569.469 juta), menandakan pertumbuhan dana kelolaan.
- Simpanan dari Bank Lain: Tercatat Rp 6.168.506 juta, naik 46,70%.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Tercatat Rp 53.920.596 juta, naik 4,04% dari 31 Desember 2024 (Rp 51.825.557 juta). Perubahan ini didorong oleh akumulasi laba bersih.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income – NII) Selama sembilan bulan pertama 2025, NII mencapai Rp 11.685.160 juta, turun 0,24% YoY dibandingkan Rp 11.712.809 juta pada periode sama tahun lalu. Ini didorong oleh penurunan tipis pendapatan bunga sementara beban bunga naik.
Pendapatan Operasional Lainnya (Non-Interest Income) Pendapatan provisi, komisi, dan lainnya tercatat Rp 3.647.371 juta, naik 6,24% YoY.
Beban Operasional Total beban operasional (selain bunga) mencapai Rp 11.571.492 juta, turun 3,91% YoY, terutama dipengaruhi oleh efisiensi pada beban umum & administrasi.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Pembentukan CKPN tercatat Rp 2.817.011 juta, mencerminkan penurunan 18,63% dari Rp 3.461.848 juta pada periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan antisipasi risiko kredit yang lebih rendah atau perbaikan kualitas aset.
Laba Bersih Laba bersih periode berjalan mencapai Rp 2.905.940 juta, naik 19,09% YoY dari Rp 2.419.959 juta.
Earnings per Share (EPS) EPS dasar tercatat Rp 289,71, naik 21,44% YoY.
Rasio Keuangan Utama
Profitabilitas
- Net Interest Margin (NIM): 6,78%, mengukur kemampuan bank menghasilkan pendapatan dari selisih bunga pinjaman dan biaya dana.
- Return on Assets (ROA) (Annualized): 1,54%, menilai efektivitas aset dalam menghasilkan laba.
- Return on Equity (ROE) (Annualized): 7,33%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
- Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO): 82,22%, menunjukkan tingkat efisiensi operasional bank (semakin rendah semakin baik).
Kualitas Aset
- Non-Performing Loan (NPL) Gross: 1,82%, rasio kredit bermasalah terhadap total kredit.
- Non-Performing Loan (NPL) Net: 0,19%, rasio kredit bermasalah setelah dikurangi CKPN.
Likuiditas
- Loan to Deposit Ratio (LDR): 116,09%, mengukur perbandingan antara kredit yang disalurkan dengan dana pihak ketiga yang diterima. (Catatan: Perhitungan LDR menggunakan total kredit bruto dibagi DPK).
Permodalan
- Capital Adequacy Ratio (CAR / KPMM): 26,56%, menunjukkan kecukupan modal bank untuk menyerap potensi kerugian.
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.530 per 11 November 2025, PER (annualized) tercatat 6,55x.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham Rp 5.438, PBV berada di level 0,47x.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang solid, didorong oleh pertumbuhan pendapatan non-bunga dan penurunan signifikan dalam biaya provisi (CKPN), yang mengimbangi NII yang sedikit melambat. Kualitas aset tampak terjaga dengan NPL yang rendah. Tingkat permodalan (CAR) masih terjaga kuat.
Dari sisi valuasi, saham BDMN saat ini diperdagangkan pada PER 6,55x dan PBV 0,47x yang relatif menarik dibandingkan rata-rata industrinya. Investor perlu mempertimbangkan prospek pertumbuhan kredit ke depan, efisiensi operasional yang berkelanjutan, dan kondisi makroekonomi dalam mengevaluasi potensi investasi pada saham ini.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!