Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 40.020.781 juta, mengalami kenaikan 3,15% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 38.798.382 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun tipis 0,17% menjadi Rp 20.305.820 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kas dan setara kas, meskipun persediaan mengalami kenaikan.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 19.714.961 juta, naik 6,81%, didorong oleh kenaikan pada Aset Tetap Neto dan Aset Hak Guna Neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 21.401.097 juta, naik 1,41% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 19.587.304 juta, meningkat 0,61%, terutama disebabkan oleh kenaikan pada utang lain-lain pihak ketiga.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.813.793 juta, dengan kenaikan 11,01%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama kenaikan liabilitas imbalan kerja karyawan.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 18.619.684 juta, naik 5,22% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 94.475.921 juta, naik 7,09% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 88.217.081 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan penjualan baik dari segmen makanan maupun bukan makanan.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 2.314.904 juta, turun 3,50% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2.398.825 juta. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan Beban Penjualan dan Distribusi yang melampaui pertumbuhan pendapatan.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 55,75, mencerminkan penurunan 3,50% YoY dari Rp 57,77, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,04x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,39x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 21,49%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 2,45%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 7,83% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 17,00% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,15x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.910 per 10 November 2025, PER tercatat 25,70x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 448,40, PBV perusahaan berada di level 4,26x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan AMRT selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Pertumbuhan top-line tetap terjaga, didukung oleh ekspansi jaringan dan penjualan.

Namun, investor perlu memperhatikan adanya tekanan pada profitabilitas, di mana laba bersih mengalami sedikit penurunan akibat beban penjualan dan distribusi yang meningkat lebih cepat daripada pendapatan. Likuiditas perusahaan terbilang ketat, yang wajar untuk industri ritel dengan perputaran persediaan tinggi, sementara tingkat solvabilitas (DER) masih berada di level yang wajar.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here