Jakarta, 10 November 2025 – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mengumumkan rencana aksi korporasi besar untuk menambah modal. Emiten yang bergerak di bidang jasa angkutan laut dalam negeri ini berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), atau yang lebih dikenal sebagai rights issue.
Rencana ini diungkapkan manajemen dalam Keterbukaan Informasi yang diterbitkan pada tanggal 10 November 2025.
Jumlah Saham dan Rencana Penggunaan Dana
Tidak tanggung-tanggung, jumlah saham baru yang akan diterbitkan Perseroan adalah sebanyak-banyaknya 48.000.000.000 (empat puluh delapan miliar) saham. Saham baru ini akan memiliki nilai nominal Rp25 per lembar dan akan memberikan hak yang sama kepada pemiliknya seperti saham lama, termasuk hak atas dividen.
Manajemen CBRE memaparkan, dana segar yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk tiga tujuan utama:
- Pembayaran atas sebagian utang Perseroan kepada pihak ketiga.
- Modal kerja.
- Rencana penambahan armada (CapEx).
Fokus Bayar Utang Lewat Konversi Saham
Menariknya, salah satu agenda utama dari rights issue ini adalah untuk melunasi utang Perseroan kepada pihak ketiga melalui mekanisme konversi utang menjadi saham.
Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat empat pihak kreditur yang pinjamannya akan dikonversi menjadi saham. Keempatnya juga telah menyatakan bersedia untuk mengkonversi pinjamannya per tanggal 10 November 2025.
Berikut adalah rincian utang yang akan dikonversi:
- Hilong Shipping Holding Limited: USD 25.000.000
- Yafin Tandiono Tan: USD 11.000.000
- PT Saga Investama Sedaya: USD 12.500.000
- PT Superkrane Mitra Utama Tbk.: USD 6.500.000
Minta Restu Pemegang Saham
Untuk memuluskan seluruh rencana ini, CBRE wajib mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 18 Desember 2025.
Detail lebih lanjut mengenai rights issue ini, seperti harga pelaksanaan dan rasio HMETD, akan diinformasikan lebih lanjut dalam prospektus yang akan diterbitkan setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelaksanaan rights issue ini ditargetkan akan dilakukan tidak lebih dari 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPSLB.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!