Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan pada profitabilitas akibat kenaikan biaya. Analisis ini mengulas perkembangan posisi keuangan (neraca), profitabilitas, rasio kunci, hingga valuasi pasar saham.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 30,71 triliun, mengalami kenaikan 3,31% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 (Rp 29,73 triliun). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada persediaan dan piutang usaha.
  • Kas dan Setara Kas: Tercatat Rp 4,50 triliun.
  • Piutang Usaha (Bersih): Mencapai Rp 7,35 triliun.
  • Persediaan: Tercatat Rp 7,53 triliun.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Mencapai Rp 13,12 triliun, naik 3,93% dibandingkan akhir tahun 2024 (Rp 12,63 triliun).
  • Utang Bank Jangka Pendek: Tercatat Rp 2,67 triliun.
  • Utang Obligasi: Total utang obligasi (jangka pendek dan panjang) tercatat Rp 3,03 triliun (neto).
  • Utang Bank Jangka Panjang (termasuk jatuh tempo < 1 tahun): Tercatat Rp 3,20 triliun (neto).

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat Rp 17,59 triliun, naik 2,86% dari 31 Desember 2024 (Rp 17,10 triliun). Pertumbuhan ini didorong oleh akumulasi laba bersih, meskipun sebagian diimbangi oleh pembelian kembali saham (saham treasuri).

Laporan Laba Rugi (Periode Sembilan Bulan Berakhir 30 September)

  • Penjualan Bersih (Net Sales): Selama sembilan bulan pertama 2025, penjualan bersih mencapai Rp 27,16 triliun, naik 5,92% YoY dibandingkan Rp 25,64 triliun pada periode sama tahun lalu.
  • Beban Pokok Penjualan (COGS): Beban pokok penjualan tercatat Rp 21,39 triliun, meningkat 9,59% YoY dari Rp 19,52 triliun. Pertumbuhan COGS yang lebih cepat dari penjualan mengindikasikan adanya tekanan biaya bahan baku atau produksi.
  • Laba Kotor (Gross Profit): Akibat kenaikan COGS yang signifikan, laba kotor turun 5,79% YoY menjadi Rp 5,76 triliun dari Rp 6,12 triliun.
  • Beban Usaha: Total beban usaha relatif stabil di angka Rp 3,38 triliun.
  • Laba Usaha (Operating Profit): Laba usaha tercatat Rp 2,39 triliun, mengalami penurunan 12,72% YoY dari Rp 2,73 triliun.
  • Laba Bersih: Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,85 triliun, turun 8,23% YoY dari Rp 2,02 triliun.
  • Earnings per Share (EPS): EPS dasar tercatat Rp 83, turun dari Rp 90 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio Keuangan Utama

Profitabilitas

  • Gross Profit Margin (GPM): 21,22% (turun dari 23,86% pada Q3 2024).
  • Operating Profit Margin (OPM): 8,79% (turun dari 10,67% pada Q3 2024).
  • Net Profit Margin (NPM): 6,93% (turun dari 8,03% pada Q3 2024).

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 74,60%. Rasio ini menunjukkan tingkat utang yang sehat dan terjaga, masih jauh di bawah batas (covenant) yang umumnya ditetapkan, seperti 2x (200%).
  • Debt to Asset Ratio (DAR): 42,73%.

Valuasi Pasar (per 4 November 2025)

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 2.160 dan EPS yang disetahunkan (Rp 110,67, dihitung dari EPS Q3 2025 Rp 83), PER tercatat 19,52x.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) Rp 776,19 (dihitung dari ekuitas pemilik induk Rp 17,30 triliun dan jumlah saham beredar 22,29 miliar), PBV berada di level 2,78x.

Kesimpulan

Kinerja keuangan MYOR selama kuartal III 2025 menunjukkan ketahanan di sisi pendapatan dengan pertumbuhan penjualan bersih 5,92% YoY. Namun, profitabilitas perusahaan mengalami tekanan signifikan, yang terlihat dari penurunan Laba Kotor, Laba Usaha, dan Laba Bersih. Faktor utamanya adalah kenaikan Beban Pokok Penjualan yang melampaui pertumbuhan pendapatan, menyebabkan kontraksi pada GPM, OPM, dan NPM.

Meskipun profitabilitas menurun, posisi neraca MYOR tetap solid. Total aset dan ekuitas terus bertumbuh, dan rasio utang (DER) berada di level yang sangat aman.

Dari sisi valuasi, saham MYOR diperdagangkan pada PER 19,52x dan PBV 2,78x. Investor perlu mempertimbangkan prospek kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya bahan baku (COGS) dan memulihkan margin profitabilitasnya di kuartal-kuartal mendatang.


Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here