Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 344.904.455.473, mengalami penurunan 3,66% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 358.002.002.817.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 3,69% menjadi Rp 254.100.385.582, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 90.804.069.891, turun 3,57%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap dan aset pajak tangguhan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.343.720.844, turun 72,04% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 615.014.950, menurun 95,96%, terutama disebabkan oleh pelunasan utang usaha pihak ketiga.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 5.728.705.894, dengan penurunan 23,26%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 338.560.734.629, naik 0,97% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh adanya laba komprehensif lain.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 9.456.057.432, turun 83,97% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 58.999.517.694. Penurunan ini terutama ditopang oleh anjloknya penjualan produk lem.

Laba Bersih

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1.497.240.003, turun 80,03% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan tajam laba bruto, yang sebagian dimitigasi oleh pendapatan lain-lain yang lebih tinggi.

Earnings per Share (EPS)

EPS tercatat sebesar Rp 4,52, mencerminkan penurunan 80,03% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih dan jumlah saham beredar.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 413,16x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 358,28x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 6,13%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 15,83%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 0,57%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 0,59%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,02x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 310 per 31 Oktober 2025, PER tercatat 51,44x, mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.022,44, PBV perusahaan berada di level 0,30x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan DPNS selama kuartal III 2025 menunjukkan penurunan kinerja operasional yang signifikan, meskipun terdapat tantangan internal berupa anjloknya penjualan produk inti.

Penurunan pendapatan dan margin kotor yang tajam menjadi sinyal negatif. Kinerja perusahaan saat ini sangat ditopang oleh pendapatan lain-lain, terutama pendapatan bunga, bukan dari bisnis inti. Namun, investor perlu memperhatikan risiko keberlanjutan pendapatan non-operasional dan anjloknya permintaan produk inti yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here