Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 6.919.407.420.034, mengalami kenaikan 19,07% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 5.811.090.528.790.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 5,70% menjadi Rp 1.624.748.347.367, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada piutang usaha dan uang muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 5.294.659.072.667, naik 23,88%, didorong oleh kenaikan signifikan pada aset tetap dan aset hak-guna.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.186.521.558.857, naik 29,65% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 1.538.986.351.330, meningkat 28,01%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, beban akrual, dan bagian utang bank jangka panjang yang jatuh tempo.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 4.647.535.207.527, dengan kenaikan 30,21%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, terutama dari utang bank dan liabilitas sewa.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 732.885.861.177, turun 29,50% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan defisit (rugi belum ditentukan penggunaannya) dari Rp (44.799.191.229) menjadi Rp (410.615.214.362).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 2.060.241.442.593, naik 77,33% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.161.830.413.010. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kontribusi unit bisnis baru, terlihat dari pendapatan segmen geografis Australia yang mencapai Rp 1.499.504.518.553.

Rugi Bersih

  • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (365.816.023.133), membengkak 70,75% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (214.236.645.936). Perubahan ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan beban keuangan yang naik dari Rp 142,0 miliar menjadi Rp 239,0 miliar.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp (32,56), mencerminkan penurunan 70,74% YoY dari Rp (19,07), sejalan dengan perubahan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,06x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,74x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 20,28%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: (17,76)%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): (7,05)%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih (disetahunkan).
  • Return on Equity (ROE): (66,55)%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham (disetahunkan).

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 8,44x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 520 per 31 Oktober 2025, PER tercatat (11,98)x (negatif karena EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 65,22, PBV perusahaan berada di level 7,97x, mencerminkan valuasi premium yang signifikan oleh pasar.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PYFA selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, terutama didorong oleh konsolidasi bisnis baru (akuisisi Probiotec).

Pertumbuhan pendapatan ini menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi ekspansi anorganik perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan rugi bersih yang membengkak, arus kas operasi yang negatif, dan tingkat leverage (DER) yang sangat tinggi yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan kelangsungan usaha ke depan. Pihak manajemen telah menyusun rencana perbaikan dan telah memperoleh surat dukungan keuangan dari entitas induk .

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here