Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeAnalisis SahamKinerja Keuangan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 34.405.164.792, mengalami penurunan 5,64% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 36.461.246.418.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 43,83% menjadi Rp 1.908.876.026, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 32.496.288.766, turun 1,71%, didorong oleh penurunan nilai aset tetap.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 21.093.991.337, naik 3,56% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 5.178.011.843, meningkat 84,00%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 15.915.979.494, dengan penurunan 9,34%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 13.311.173.455, turun 17,28% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi defisit (rugi).

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 13.604.675.546, turun 10,82% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15.254.887.270. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan pendapatan dari segmen hotel.

Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (2.754.150.470), membaik 11,13% YoY dari rugi bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (3.099.527.421). Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pada beberapa beban usaha.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (5,70), mencerminkan perbaikan 9,52% YoY dari Rp (6,30), sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,37x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 0,22x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 37,16%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -20,24%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -10,36%, menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -24,98%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,58x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 410 per 31 Oktober 2025, PER tercatat Negatif (N/A) karena perusahaan masih mencatatkan rugi bersih.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 27,28, PBV perusahaan berada di level 15,03x, mencerminkan valuasi yang sangat tinggi di atas nilai buku fundamentalnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan tantangan signifikan, terutama pada likuiditas dan profitabilitas. Penurunan pendapatan dari segmen hotel menjadi perhatian utama, meskipun kerugian bersih berhasil ditekan sedikit.

Perusahaan menghadapi tekanan likuiditas yang berat, seperti yang ditunjukkan oleh Current Ratio yang sangat rendah (0,37x) dan peningkatan tajam utang bank jangka pendek. Selain itu, perusahaan terus beroperasi dengan akumulasi defisit yang besar, yang menimbulkan ketidakpastian substansial mengenai kelangsungan usaha. Investor perlu memperhatikan valuasi PBV yang sangat tinggi (15,03x) yang tidak sejalan dengan fundamental perusahaan yang masih merugi dan memiliki ekuitas yang terus menurun.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here