Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mencatatkan kinerja yang masih menghadapi tekanan dari sisi profitabilitas dan struktur modal. Perusahaan terus berupaya memperkuat efisiensi operasional di tengah tingginya biaya logistik dan persaingan industri distribusi energi yang ketat.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 254,09 miliar, menurun 2,9% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 261,60 miliar, disebabkan oleh penurunan kas dan piutang usaha.
- Aset Lancar: Turun seiring penurunan saldo kas dan penyesuaian persediaan barang distribusi.
- Aset Tidak Lancar: Relatif stabil dengan nilai buku aset tetap yang tidak mengalami perubahan signifikan.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 283,96 miliar, turun 3,5% dari Rp 294,29 miliar di akhir 2024, seiring pelunasan sebagian kewajiban jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Pendek: Menurun sejalan dengan pengurangan utang usaha dan pinjaman bank jangka pendek.
- Liabilitas Jangka Panjang: Rp 34,10 miliar, turun 39,6% dari tahun sebelumnya, terutama karena penyesuaian kewajiban imbalan kerja dan liabilitas sewa.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Perusahaan masih mencatatkan defisiensi modal sebesar Rp 29,87 miliar, sedikit membaik dari Rp 32,70 miliar pada akhir 2024, yang menunjukkan perbaikan akumulasi rugi dan kenaikan kepentingan nonpengendali.
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai sekitar Rp 390,5 miliar, meningkat 6,8% YoY dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 365,6 miliar. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kenaikan volume distribusi bahan bakar dan kontribusi dari lini bisnis transportasi.
Laba Bersih
Perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 5,3 miliar, membaik dibandingkan rugi Rp 9,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini disebabkan oleh efisiensi biaya operasional dan optimalisasi beban bunga.
Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat negatif sekitar Rp (8) per saham, mencerminkan rugi bersih namun menunjukkan tren perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,05x, menunjukkan kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Quick Ratio: 0,78x, mencerminkan posisi kas dan piutang yang memadai meskipun likuiditas masih ketat.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 8,4%, menunjukkan efisiensi yang lebih baik di tengah tekanan biaya distribusi.
- Margin Laba Bersih: -1,4%, menandakan perusahaan masih mencatatkan rugi namun dengan tren membaik.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -2,1%, menunjukkan rugi operasi yang masih membebani aset produktif.
- Return on Equity (ROE): -18,0%, mengindikasikan defisiensi modal yang masih perlu diperbaiki.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): tidak relevan secara konvensional karena posisi ekuitas negatif, namun rasio utang terhadap aset tercatat sekitar 1,12x, mencerminkan ketergantungan tinggi terhadap pendanaan eksternal.
Valuasi Pasar
Dengan harga penutupan Rp 162 per 30 Oktober 2025:
- Price to Earnings Ratio (PER): belum dapat dihitung karena perusahaan masih mencatat rugi bersih.
- Price to Book Value (PBV): negatif karena posisi ekuitas defisit, mencerminkan valuasi pasar yang sangat tertekan dan persepsi risiko tinggi terhadap kinerja jangka pendek.
Kesimpulan
Kinerja keuangan INPS selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan bertahap, dengan rugi bersih yang menyempit dan pendapatan yang tumbuh moderat. Namun, kondisi defisiensi modal dan leverage tinggi masih menjadi perhatian utama.
Perusahaan perlu fokus pada penguatan arus kas operasional dan restrukturisasi pembiayaan untuk memulihkan struktur modalnya. Jika efisiensi biaya dan ekspansi distribusi dapat dipertahankan, prospek jangka menengah berpotensi membaik meskipun risiko finansial masih cukup tinggi.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


