Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) masih menghadapi tantangan dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan industri perikanan dan fluktuasi harga bahan baku. Meskipun demikian, perusahaan mencatat penurunan rugi bersih dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya upaya efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang lebih baik.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 187,40 miliar, turun 4,1% dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 195,42 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan aset lancar dan pengelolaan kas yang lebih konservatif.
  • Aset Lancar: Mengalami sedikit penurunan seiring dengan berkurangnya saldo kas dan persediaan hasil produksi.
  • Aset Tidak Lancar: Stabil, mencerminkan tidak adanya investasi besar baru pada aset tetap atau ekspansi fasilitas.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Tercatat sekitar Rp 22,8 miliar, relatif tidak berubah signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan proporsi terbesar berasal dari utang usaha dan beban akrual.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Masih menjadi komponen utama struktur kewajiban, mencerminkan beban operasional dan kewajiban harian perusahaan.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Relatif rendah, menunjukkan minimnya ketergantungan pada pinjaman jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Tercatat sebesar Rp 164,59 miliar, menurun 4,6% dari Rp 172,52 miliar pada akhir 2024, dipengaruhi oleh rugi bersih yang masih berlanjut.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan
Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 9,72 miliar, tumbuh signifikan 123,7% YoY dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 4,35 miliar. Peningkatan ini mencerminkan adanya pemulihan volume penjualan produk perikanan.

Laba Bersih (Rugi Bersih)
Perusahaan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 7,93 miliar, membaik 35,2% YoY dari rugi Rp 12,25 miliar pada tahun sebelumnya, seiring dengan efisiensi beban operasional dan turunnya beban umum dan administrasi.

Earnings per Share (EPS)
EPS tercatat negatif sekitar Rp (0,5) per saham, namun membaik dibandingkan periode sebelumnya.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,42x, menunjukkan kemampuan yang baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
  • Quick Ratio: 1,21x, memperlihatkan likuiditas memadai bahkan setelah mengeluarkan persediaan dari perhitungan.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: -64,0%, karena harga pokok penjualan masih lebih tinggi dari pendapatan.
  • Margin Laba Bersih: -81,6%, menunjukkan masih adanya tekanan terhadap profitabilitas.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -4,2%, menandakan rugi operasional masih berdampak pada efisiensi aset.
  • Return on Equity (ROE): -4,8%, menunjukkan pengembalian terhadap modal masih negatif namun membaik dari tahun sebelumnya.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,14x, mencerminkan struktur pendanaan yang konservatif dengan risiko utang rendah.

Valuasi Pasar

Berdasarkan harga penutupan Rp 50 per 30 Oktober 2025:

  • Price to Earnings Ratio (PER): tidak dapat dihitung karena perusahaan masih mencatat rugi bersih.
  • Price to Book Value (PBV): sekitar 0,03x, menandakan saham IIKP berada dalam kondisi undervalued, dengan valuasi pasar jauh di bawah nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan IIKP selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan bertahap, terutama dari sisi pertumbuhan pendapatan dan penurunan rugi bersih. Walaupun perusahaan masih mencatatkan kerugian, tren pemulihan operasional dan efisiensi biaya menjadi sinyal positif bagi prospek jangka menengah.

Namun demikian, margin kotor yang negatif dan permintaan pasar yang belum stabil menjadi tantangan utama yang perlu diatasi. Fokus pada pengendalian biaya bahan baku dan peningkatan efisiensi produksi akan menjadi kunci untuk mengembalikan profitabilitas di tahun-tahun mendatang.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here