Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) Kuartal...

Kinerja Keuangan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co Tbk (ULTJ) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 8,58 triliun, mengalami kenaikan 1,34% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,46 triliun.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 4,15% menjadi Rp 4,67 triliun, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada penurunan Persediaan dan Uang Muka.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 3,91 triliun, naik 8,80%, didorong oleh kenaikan pada Aset Tetap Neto.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 641,25 miliar, turun 38,01% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 520,47 miliar, menurun 42,35%, terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada Akrual dan Utang Usaha.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 120,78 miliar, dengan penurunan 8,24%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 7,93 triliun, naik 6,83% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 6,24 triliun, turun 5,24% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,58 triliun. Penurunan ini mencerminkan tantangan pada sisi penjualan selama periode tersebut.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 960,88 miliar, naik 9,04% YoY dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 881,18 miliar. Perubahan ini terutama disebabkan oleh efisiensi pada beban pokok penjualan, penurunan beban penjualan, serta adanya laba selisih kurs dibandingkan rugi kurs pada periode sebelumnya.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 92, mencerminkan kenaikan 8,24% YoY dari Rp 85, sejalan dengan kenaikan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 8,97x, menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 6,59x, mengindikasikan likuiditas yang sangat sehat bahkan dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 32,97%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 15,40%, mencerminkan peningkatan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 15,04% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 16,68% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil yang kuat atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,08x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang sangat sehat dan tingkat ketergantungan pada utang yang sangat rendah.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.575 per 30 Oktober 2025, PER tercatat 12,84x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi yang wajar di tengah pertumbuhan laba.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 763,00, PBV perusahaan berada di level 2,06x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ULTJ selama kuartal III 2025 menunjukkan efisiensi operasional yang kuat dan posisi neraca yang sangat sehat, meskipun terdapat tantangan pada sisi pendapatan yang mengalami penurunan.

Pertumbuhan laba bersih yang impresif dan margin yang terjaga di tengah penurunan penjualan menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis dan manajemen biaya perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan strategi perusahaan untuk membalikkan tren penurunan pendapatan pada kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here