Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Global Digital Niaga Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 17.528.973 juta, mengalami kenaikan 8,45% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 16.163.344 juta.
- Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 18,99% menjadi Rp 8.993.816 juta, terutama dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada persediaan dan piutang usaha.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 8.535.157 juta, turun 0,86%, yang antara lain dipengaruhi oleh penurunan aset tetap dan aset takberwujud.
Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 8.408.155 juta, naik 32,45% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 6.348.380 juta).
- Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 7.095.546 juta, meningkat 39,93%, terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang usaha.
- Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 1.312.609 juta, dengan kenaikan 2,74%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.
Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 9.120.818 juta, turun 7,07% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh akumulasi defisit (rugi bersih tahun berjalan) yang lebih besar daripada penambahan modal dari penerbitan saham baru (MESOP).
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan neto perusahaan mencapai Rp 15.239.346 juta, naik 25,61% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12.131.578 juta. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen ritel online pihak pertama, institusi, dan toko fisik.
Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (1.842.274) juta, membaik 1,61% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (1.872.352) juta. Perbaikan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan laba bruto yang melampaui kenaikan beban usaha.
Earnings per Share (EPS) Rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp (14) (Rupiah penuh), mencerminkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp (15) (Rupiah penuh).
Rasio Keuangan
Likuiditas
- Current Ratio: 1,27x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
- Quick Ratio: 0,86x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.
Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: 17,58%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
- Margin Laba Bersih: -12,09%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): -14,58% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): -25,94% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.
Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,92x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.
Valuasi Pasar
Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 380 per 29 Oktober 2025, PER tercatat negatif di -20,35x (disetahunkan) karena perusahaan masih mencatatkan rugi bersih.
Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (pemilik entitas induk) sebesar Rp 66,63, PBV perusahaan berada di level 5,70x, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Global Digital Niaga Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan yang kuat dan perbaikan tipis pada rugi bersih, meskipun perusahaan masih menghadapi tantangan profitabilitas dengan arus kas operasi yang negatif dan peningkatan liabilitas jangka pendek.
Pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan margin laba kotor yang membaik menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan akumulasi defisit yang terus bertambah dan kebutuhan modal kerja yang tinggi seiring dengan ekspansi operasional.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


