Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Mora Telematika Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 14.475.082.060.350, mengalami penurunan 1,22% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 14.654.146.649.099.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun 1,65% menjadi Rp 3.967.454.598.032, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada kas dan setara kas yang menurun dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,63 triliun.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 10.507.627.462.318, turun 1,06%, didorong oleh penurunan piutang konsesi jasa.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 6.822.607.510.213, turun 6,07% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 2.330.452.187.934, menurun 8,88%, terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 4.492.155.322.279, dengan penurunan 4,55%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang, khususnya penurunan sukuk ijarah.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 7.652.474.550.137, naik 3,55% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebagai hasil dari laba periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 2.808.028.667.192, turun 6,19% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.993.356.750.975. Penurunan ini terutama ditopang oleh penurunan pendapatan dari penyelenggaraan telekomunikasi VSAT dan pendapatan dari proyek konsesi.

Laba Bersih Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 236.045.792.471, naik 16,45% YoY dari periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh efisiensi operasional, terutama penurunan pada beban bunga dan keuangan dari Rp 444,8 miliar menjadi Rp 388,9 miliar.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp 10, mencerminkan kenaikan 11,11% YoY dari Rp 9, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,70x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,59x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 57,61%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: 8,41%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): 2,16% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): 4,55% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,89x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.350 per 29 Oktober 2025, PER tercatat 101,27x (disetahunkan), mengindikasikan valuasi premium terhadap sektor sejenis.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 297,50, PBV perusahaan berada di level 4,54x, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan.

Kesimpulan

Kinerja keuangan MORA selama kuartal III 2025 menunjukkan peningkatan profitabilitas yang solid, meskipun terdapat penurunan pendapatan. Kemampuan perusahaan untuk menekan beban bunga dan keuangan menjadi pendorong utama kenaikan laba bersih.

Pertumbuhan laba bersih yang positif menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi efisiensi perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan valuasi pasar yang sudah tinggi (PER 101,27x dan PBV 4,54x) serta tantangan dalam memulihkan pertumbuhan pendapatan di segmen VSAT dan proyek konsesi yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here