Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Shield On Service Tbk(SOSS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Shield On Service Tbk(SOSS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Shield On Service Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 495.128.839.675, mengalami kenaikan 9,06% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 454.002.353.281.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 6,63% menjadi Rp 431.276.841.905, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan signifikan pendapatan yang masih harus diterima.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 63.851.997.770, naik 28,86%, didorong oleh kenaikan pada aset tetap – neto dan taksiran tagihan pajak penghasilan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 206.027.482.727, naik 33,19% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 194.658.066.314, meningkat 31,23%, terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas yang masih harus dibayar.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 11.369.416.413, dengan kenaikan 79,40%, mencerminkan perubahan struktur pendanaan jangka panjang.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 289.101.356.948, turun 3,42% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih tahun berjalan dan pembagian dividen tunai.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 1.511.808.131.663, naik 8,05% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.399.168.647.469. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen jasa penyedia sumber daya manusia dan jasa kebersihan.

Laba Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp (2.769.391.192), turun 129,54% YoY dari laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9.375.550.769. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan beban pokok pendapatan serta kenaikan beban umum dan administrasi.

Earnings per Share (EPS) EPS tercatat sebesar Rp (10,73), mencerminkan penurunan 159,33% YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih perusahaan.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 2,22x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 2,18x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 6,21%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -0,18%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -0,75% (annualized), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -1,28% (annualized), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,71x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan pada utang.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 1.030 per 29 Oktober 2025, PER tercatat -72,0x (annualized), mengindikasikan valuasi tidak dapat dinilai (N/A) secara wajar karena perusahaan mencatatkan rugi bersih.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 361,64, PBV perusahaan berada di level 2,85x, mencerminkan valuasi premium di atas nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Shield On Service Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, meskipun terdapat tantangan profitabilitas yang signifikan dimana perusahaan berbalik mencatatkan rugi bersih.

Pertumbuhan pendapatan tidak diimbangi dengan efisiensi biaya, terlihat dari peningkatan beban pokok pendapatan dan beban operasional yang menggerus laba kotor dan laba operasional. Namun, investor perlu memperhatikan peningkatan liabilitas dan profitabilitas negatif (NPM, ROA, ROE) yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here