Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Ancora Indonesia Resources Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar US$ 154,01 juta, mengalami penurunan 12,55% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar US$ 176,11 juta.
  • Aset Lancar: Aset lancar menurun tipis 1,08% menjadi US$ 75,10 juta, terutama dipengaruhi oleh penurunan persediaan dan pinjaman kepada pemegang saham yang telah dilunasi.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar US$ 78,90 juta, turun signifikan 21,24%, didorong oleh divestasi entitas anak (ILP) yang menyebabkan dekonsolidasi Aset Eksplorasi dan Evaluasi.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai US$ 95,63 juta, turun 17,91% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar US$ 52,88 juta, menurun 9,55%, terutama disebabkan oleh penurunan utang dividen, pinjaman pihak ketiga, dan uang muka penjualan.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi US$ 42,75 juta, dengan penurunan 26,34%, mencerminkan penurunan signifikan pada pinjaman pihak ketiga dan pinjaman dari pemegang saham.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar US$ 58,38 juta, turun 2,07% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan (Penjualan Neto) mencapai US$ 121,58 juta, turun 13,67% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 140,84 juta. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi pasar atau penurunan volume/harga jual.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat rugi sebesar US$ 5,01 juta, turun signifikan 192,09% YoY dari laba US$ 5,44 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan yang lebih besar daripada penurunan beban pokok penjualan, serta peningkatan signifikan pada beban operasi lain-lain.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar -US$ 0,0021, mencerminkan penurunan 191,30% YoY dari US$ 0,0023, sejalan dengan perubahan laba bersih menjadi rugi.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,42x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih cukup memadai.
  • Quick Ratio: 1,00x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat setelah mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 28,44%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan sebelum beban operasional.
  • Margin Laba Bersih: -4,12% (berdasarkan laba bersih diatribusikan ke induk), mencerminkan perusahaan mengalami kerugian setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): -4,05% (berdasarkan laba diatribusikan ke induk), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih menjadi negatif.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): -37,44%, menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 1,64x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan cukup bergantung pada utang dibandingkan ekuitas.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 153 per 29 Oktober 2025, PER tercatat negatif (-3,28x) karena perusahaan membukukan rugi bersih (EPS negatif), sehingga rasio ini tidak bermakna untuk perbandingan valuasi saat ini.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham (BVPS) sekitar Rp 107,39 (dikonversi dari ekuitas per saham US$ 0,00644 dengan kurs US$1 = Rp 16.680), PBV perusahaan berada di level 1,42x, mencerminkan harga pasar sahamnya 1,42 kali lipat dari nilai buku per sahamnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Ancora Indonesia Resources Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan adanya tekanan pada profitabilitas, ditandai dengan penurunan pendapatan dan berbaliknya laba menjadi rugi bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan aset dan liabilitas signifikan, terutama pada pos non-lancar, kemungkinan besar berkaitan dengan restrukturisasi dan divestasi aset eksplorasi. Meskipun rasio likuiditas jangka pendek masih terlihat cukup, rasio profitabilitas dan pengembalian modal menjadi negatif. Tingkat utang terhadap ekuitas (DER) berada pada level yang perlu dicermati. Valuasi PER tidak dapat digunakan karena kerugian, sementara PBV menunjukkan pasar masih menilai perusahaan di atas nilai bukunya. Investor perlu memperhatikan upaya perusahaan untuk kembali profitabel, mengelola struktur permodalan, dan risiko pasar yang dihadapi ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here