Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 837.258.306 ribu , mengalami penurunan 5,24% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 883.588.770 ribu. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan Aset Kontrak Reasuransi.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar seperti Properti Investasi dan Aset Tetap menunjukkan kenaikan dibandingkan akhir tahun 2024, didorong oleh penambahan dan penilaian kembali aset.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 406.247.793 ribu , turun 13,07% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 467.343.108 ribu). Penurunan signifikan terjadi pada Liabilitas Kontrak Asuransi.
  • Liabilitas Jangka Pendek & Panjang: Mayoritas liabilitas terdiri dari Liabilitas Kontrak Asuransi dan Liabilitas Kontrak Reasuransi, yang sifatnya terkait langsung dengan operasional bisnis asuransi. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang relatif stabil.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 431.010.513 ribu , naik 3,55% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 416.245.662 ribu) , didorong oleh peningkatan saldo laba dan komponen ekuitas lainnya seperti surplus revaluasi aset tetap.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, Pendapatan Usaha Bersih perusahaan mencapai Rp 65.230.899 ribu , turun 5,06% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 68.704.380 ribu. Penurunan ini terjadi meskipun Hasil Jasa Asuransi Bersih relatif stabil, namun dipengaruhi oleh penurunan Hasil Investasi Bersih.

Laba Bersih

  • Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 6.563.640 ribu , menunjukkan pembalikan (turnaround) signifikan naik 231,35% YoY dari rugi bersih Rp 4.997.131 ribu pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan ini terutama disebabkan oleh penurunan Beban Usaha yang signifikan dan kontribusi positif dari Penghasilan Lain-lain.

Earnings per Share (EPS)

  • EPS tercatat sebesar Rp 19 (Rupiah penuh) , mencerminkan kenaikan signifikan dari Rp (14) (Rupiah penuh) YoY, sejalan dengan perubahan laba bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • (Rasio Lancar dan Rasio Cepat tidak dapat dihitung secara langsung dari format neraca yang disajikan tanpa pemisahan eksplisit aset/liabilitas lancar dan tidak lancar yang detail, terutama terkait Aset/Liabilitas Kontrak Asuransi dan Reasuransi).

Profitabilitas

  • Margin Laba Bersih: 10,06% (dihitung dari Laba Bersih dibagi Pendapatan Usaha Bersih), menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang negatif.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA) (Annualized): Sekitar 1,01%, mengindikasikan efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih mulai membaik.
  • Return on Equity (ROE) (Annualized): Sekitar 2,07%, menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham yang mulai positif setelah periode rugi.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,94x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang cukup seimbang antara utang dan modal, dengan penurunan rasio dari akhir tahun 2024.
  • Rasio Solvabilitas (RBC – Induk): Tercatat 162,73% per 30 September 2025 , berada di atas batas minimum yang disyaratkan regulator (120%).

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 476 per 28 Oktober 2025 dan EPS yang disetahunkan (sekitar Rp 25,33), PER tercatat sekitar 18,79x. Valuasi ini mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap pemulihan profitabilitas perusahaan.
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 1.237,16 (dihitung dari Total Ekuitas dibagi Jumlah Saham Beredar ), PBV perusahaan berada di level 0,38x, mencerminkan valuasi saham yang masih berada di bawah nilai bukunya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan ASBI selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan pemulihan profitabilitas yang signifikan, berhasil mencatat laba bersih dibandingkan rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh efisiensi beban usaha. Meskipun pendapatan usaha bersih sedikit menurun, fundamental neraca menunjukkan penurunan liabilitas yang lebih cepat daripada aset, sehingga ekuitas bertumbuh.

Rasio solvabilitas (RBC) perusahaan tetap terjaga di atas ketentuan regulator. Dari sisi valuasi pasar, PBV yang rendah (<1x) mengindikasikan saham ASBI diperdagangkan di bawah nilai buku per sahamnya, sementara PER mencerminkan ekspektasi pemulihan. Investor perlu memperhatikan keberlanjutan efisiensi operasional, kinerja hasil investasi di tengah kondisi pasar, serta dinamika klaim di industri asuransi umum yang dapat mempengaruhi kinerja kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here