Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
- Aset
- Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 3.056.061.132 ribu, mengalami penurunan 4,81% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.210.523.076 ribu.
- Aset Lancar: Komponen aset lancar utama seperti kas dan setara kas mengalami peningkatan, sementara piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan mengalami penurunan.
- Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar seperti Aset Hak Guna dan Aset Tetap bersih juga menunjukkan penurunan dibandingkan akhir tahun 2024.
- Liabilitas
- Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 2.315.537.803 ribu, turun 6,12% dibandingkan akhir tahun lalu (Rp 2.466.527.009 ribu).
- Liabilitas Jangka Pendek: Penurunan terutama terlihat pada pos Utang Bank Jangka Pendek dari Pihak Berelasi.
- Liabilitas Jangka Panjang: Utang bank jangka panjang (setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam setahun) menunjukkan penurunan.
- Ekuitas
- Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 740.523.329 ribu, turun tipis 0,47% dibandingkan 31 Desember 2024 (Rp 743.996.067 ribu), didorong oleh rugi bersih periode berjalan dan rugi komprehensif lain.
Laporan Laba Rugi
- Pendapatan
- Selama sembilan bulan pertama 2025, total pendapatan perusahaan mencapai Rp 332.567.890 ribu, turun 3,58% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 344.903.358 ribu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari Pembiayaan Konsumen serta Administrasi dan Provisi, meskipun pendapatan Sewa Pembiayaan mengalami kenaikan.
- Laba Bersih
- Perusahaan mencatat Rugi Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2.020.733 ribu, berbanding terbalik dari Laba Bersih Rp 8.278.278 ribu pada periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini terjadi meskipun total beban sedikit menurun, mengindikasikan tekanan pada profitabilitas.
- Earnings per Share (EPS)
- EPS tercatat sebesar Rp (0,36), menurun signifikan dibandingkan Rp 1,46 pada periode 9 bulan 2024, sejalan dengan perubahan laba bersih menjadi rugi bersih.
Rasio Keuangan
- Likuiditas
- Current Ratio: [Data tidak dihitung secara eksplisit dalam laporan ringkasan]
- Quick Ratio: [Data tidak dihitung secara eksplisit dalam laporan ringkasan]
- Profitabilitas
- Margin Laba Kotor: [Data tidak tersedia secara langsung]
- Margin Laba Bersih: -0,61%, mencerminkan tingkat profitabilitas negatif setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.
- Efisiensi & Pengembalian
- Return on Assets (ROA): Sekitar -0,09% (dianualisasi), menilai efektivitas pemanfaatan aset yang negatif dalam menghasilkan laba bersih.
- Return on Equity (ROE): Sekitar -0,36% (dianualisasi), menggambarkan imbal hasil negatif atas modal pemegang saham.
- Solvabilitas
- Debt to Equity Ratio (DER): 3,13x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dengan tingkat ketergantungan pada utang yang cukup tinggi. (Rasio OJK Gearing Ratio tercatat 2,97x)
Valuasi Pasar
- Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 85 per 28 Oktober 2025, PER tercatat negatif (sekitar -177x anualisasi), mengindikasikan valuasi yang tidak bermakna untuk perbandingan karena perusahaan mencatat kerugian.
- Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 130,21 (dihitung dari Ekuitas per 30 Sept 2025 dibagi jumlah saham), PBV perusahaan berada di level 0,65x, mencerminkan valuasi pasar di bawah nilai buku ekuitasnya.
Kesimpulan
Kinerja keuangan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan tantangan, terutama dengan berbaliknya laba bersih menjadi rugi bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan total aset dan liabilitas mengindikasikan adanya penyusutan skala operasi atau neraca. Pendapatan yang sedikit menurun tidak mampu mengimbangi beban, mengakibatkan margin profitabilitas negatif. Valuasi pasar dengan PBV di bawah 1x mencerminkan kondisi kerugian dan sentimen pasar saat ini. Investor perlu memperhatikan upaya perusahaan untuk kembali ke jalur profitabilitas dan mengelola struktur permodalannya ke depan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!