Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightKinerja Keuangan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) Kuartal III 2025

Kinerja Keuangan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.567,77 miliar, mengalami kenaikan 1,84% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.539,42 miliar.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 12,11% menjadi Rp 209,02 miliar, terutama dipengaruhi oleh kenaikan Piutang Usaha (+86,4% menjadi Rp 16,02 miliar), Piutang Lain-lain Pihak Ketiga (+257,6% menjadi Rp 35,57 miliar), dan Persediaan (+2,5% menjadi Rp 148,46 miliar), meskipun Kas dan Setara Kas turun signifikan (-69,2% menjadi Rp 6,28 miliar).
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 1.358,75 miliar, naik tipis 0,43%, didorong oleh lonjakan signifikan Tanah untuk Pengembangan (+464,7% menjadi Rp 904,44 miliar) akibat akuisisi Entitas Anak (GTA) dan kenaikan Investasi pada Asosiasi (+153,6% menjadi Rp 58,63 miliar), meskipun Piutang Lain-lain Pihak Ketiga (non-lancar) menjadi nihil (dari Rp 771,85 miliar) karena konversi menjadi investasi di GTA.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 439,35 miliar, naik 2,85% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 240,30 miliar, meningkat signifikan 43,85%, terutama disebabkan oleh kenaikan drastis Utang Lain-lain Pihak Ketiga (+477,4% menjadi Rp 80,82 miliar) karena reklasifikasi dari jangka panjang dan kenaikan Uang Muka Pelanggan (+105,1% menjadi Rp 27,21 miliar).
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 199,06 miliar, dengan penurunan 23,48%, mencerminkan reklasifikasi Utang Lain-lain Pihak Ketiga ke jangka pendek dan pembayaran sebagian Utang Bank dan Pembiayaan Musyarakah.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1.128,42 miliar, naik 1,45% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh peningkatan Komponen Ekuitas Lainnya (dari Laba Komprehensif Lain) yang lebih besar dari Rugi Neto periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan

  • Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan neto perusahaan mencapai Rp 107,33 miliar, turun 3,10% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 110,76 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen Hotel dan Kondotel (-24,6% YoY), meskipun segmen Taman Hiburan (+20,1% YoY) dan Real Estat (+2271% YoY dari basis rendah) menunjukkan pertumbuhan.

Laba (Rugi) Bersih

  • Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 9,07 miliar, menyusut signifikan 69,64% YoY dari rugi bersih Rp 29,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan signifikan ini disebabkan oleh kenaikan Laba Usaha (dari Rp 0,45 miliar menjadi Rp 7,79 miliar) dan penurunan Beban Lain-Lain Neto (dari Rp 37,66 miliar menjadi Rp 9,52 miliar), terutama karena adanya pemulihan penurunan nilai piutang sebesar Rp 9,47 miliar terkait konversi piutang GTA.

Earnings per Share (EPS)

  • Rugi Per Saham Dasar/Dilusian tercatat sebesar Rp (0,40), membaik (rugi mengecil) 69,70% YoY dari Rp (1,32), sejalan dengan penyusutan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 0,87x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar masih di bawah 1x, mengindikasikan tekanan likuiditas.
  • Quick Ratio: 0,25x, mengindikasikan likuiditas yang sangat ketat setelah mengeluarkan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 69,14%, menunjukkan efisiensi perusahaan yang baik dalam menghasilkan laba dari penjualan sebelum beban usaha.
  • Margin Laba Bersih: -8,45%, mencerminkan perusahaan masih mencatat rugi bersih, meskipun margin membaik dibandingkan periode sama tahun lalu.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -0,78% (annualized approx.), menilai pemanfaatan aset masih belum menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -1,08% (annualized approx.), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham masih negatif.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,39x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan yang relatif konservatif dengan tingkat ketergantungan pada utang yang rendah dibandingkan ekuitas.

Valuasi Pasar

  • Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 18 per 27 Oktober 2025, PER tidak bermakna (N/M) karena perusahaan masih mencatatkan rugi bersih (EPS negatif).
  • Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 49,97, PBV perusahaan berada di level 0,36x, mencerminkan valuasi pasar yang sangat rendah dibandingkan nilai buku aset bersihnya, bisa mengindikasikan undervaluation atau kekhawatiran pasar terhadap profitabilitas masa depan dan kualitas aset.

Kesimpulan

Kinerja keuangan JGLE selama sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan penyusutan rugi bersih yang signifikan, didorong oleh perbaikan laba operasional dan adanya pemulihan penurunan nilai piutang yang bersifat non-kas terkait restrukturisasi investasi. Pendapatan usaha sedikit menurun YoY karena kontribusi segmen hotel yang lebih rendah.

Rasio likuiditas (Current Ratio dan Quick Ratio) berada pada level yang mengkhawatirkan, menunjukkan potensi kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Di sisi lain, struktur modal (DER) tergolong sehat dengan leverage yang rendah. Profitabilitas masih negatif (Margin Laba Bersih, ROA, ROE negatif), meskipun menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya. Valuasi pasar (PBV) sangat rendah, mencerminkan sentimen pasar yang negatif.Meskipun rugi bersih menyusut, kondisi defisit (akumulasi rugi) sebesar Rp 777,8 miliar dan kerugian berulang tetap menjadi perhatian utama, seperti yang diungkapkan dalam catatan Kelangsungan Usaha. Keberlanjutan operasional perusahaan bergantung pada keberhasilan rencana strategis manajemen dan dukungan berkelanjutan dari pemegang saham. Investor perlu memantau perkembangan implementasi strategi tersebut dan kondisi likuiditas perusahaan ke depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here